Dedikasi Tinggi, Gaji Rendah: Guru Honorer dan PPPK Paruh Waktu di Ciamis Digaji Rp 250 Ribu

Honorer dan PPPK paruh Waktu di ciamis bergaji setara
Halaman sekolah dasar di wilayah Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis, Senin (2/2/2026). (Fatkhur Rizqi/Radartasik.id)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Dedikasi guru honorer dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Ciamis masih jauh dari kata sejahtera. Meski memikul tanggung jawab besar dalam mendidik dan mencerdaskan generasi bangsa, penghasilan yang diterima para pendidik ini masih sangat minim, yakni hanya Rp 250.000 per bulan.

Kondisi tersebut dialami guru honorer maupun PPPK Paruh Waktu yang belum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Nominal gaji tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, terlebih bagi guru yang harus menempuh jarak cukup jauh ke sekolah.

Kepala SDN 2 Sukaraja, Reni Tania Suryani, menyebutkan di sekolahnya terdapat tiga guru dengan status honorer dan PPPK Paruh Waktu.“Di sini masih honorer dia guru dan satu PPPK paruh waktu,” ujarnya.

Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona

Reni menjelaskan, besaran gaji PPPK Paruh Waktu bergantung pada kemampuan keuangan daerah. Di Kabupaten Ciamis, guru PPPK Paruh Waktu menerima Rp 250.000 per bulan dan belum dipotong BPJS.

“Jadi di sini hanya satu orang yang masuk PPPK paruh waktu. Dengan gaji dari Pemerintah Kabupaten Ciamis Rp 250 ribu belum terpotong BPJS, karena tergantung kemampuan daerah,” katanya kepada Radar, Senin (2/2/2026).

Ia menambahkan, guru PPPK Paruh Waktu di sekolahnya telah mengikuti PPG sehingga memiliki peluang memperoleh penghasilan tambahan.“Tambahan lainnya, kebetulan guru PPPK paruh waktu telah mengikuti PPG, sehingga bisa menunggu mendapatkan Rp 2-3 juta,” ujarnya.

Sementara itu, dua guru honorer lainnya masih menerima honor dari sekolah sebesar Rp 250.000 per bulan yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan masih dalam proses kelulusan PPG. Reni mengakui, penghasilan tersebut belum mencukupi kebutuhan hidup para guru.

“Kita pun terus menyampaikan kepada mereka untuk bersabar ketika menjadi guru yang sedang mengabdi. Ke depannya semoga ada perubahan lebih baik lagi,” katanya.

“Tentunya diimbangi dengan usaha lainnya bisa untuk mencari penghasilan lainnya, seperti bisnis atau mengikuti PPG untuk mendapatkan jaminan kesejahteraan,” tambahnya.

0 Komentar