Pembinaan Riset yang Konsisten dan Terarah, Strategi Mahasiswa Unsil Tembus Jurnal Internasional

BIMBINGAN
Sejumlah mahasiswa Unsil saat mengikuti bimbingan dari Andhy Romdani, dosen Teknik Sipil Unsil.
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kemampuan mahasiswa menembus jurnal internasional bereputasi tidak hanya ditentukan oleh kecakapan akademik, tetapi juga proses pembinaan riset yang konsisten dan terarah sejak dini.

Hal tersebut disampaikan dosen Fakultas Teknik Universitas Siliwangi (Unsil), Andhy Romdani, saat memaparkan pandangannya terkait strategi mencetak mahasiswa unggul di bidang riset.

Menurut Andhy, tantangan utama dosen di kampus daerah adalah menemukan dan membina talenta mahasiswa yang memiliki potensi riset.

Baca Juga:Sharp Perkuat SDM Masa Depan Lewat Program Pendidikan Vokasi Sharp ClassSajikan Chinese Food Bercita Rasa Lokal, Ta Wan Restaurant Resmi Buka di Plaza Asia Tasikmalaya

Ia menilai, indikator utama calon periset andal bukan semata capaian nilai akademik, melainkan rasa ingin tahu yang tinggi, kemauan belajar, serta ketangguhan menjalani proses riset yang panjang.

“Mahasiswa yang bisa dibina menjadi periset kelas dunia itu biasanya memiliki rasa ingin tahu besar, mau belajar dan diarahkan, serta tidak mudah menyerah,” ujar dosen peraih penghargaan dari The Phi Tau Phi Scholastic Honor Society of the Republic of China (Taiwan) tahun 2023.

Ia juga menyoroti karakter mahasiswa Generasi Z yang kerap dianggap cenderung instan dan mudah menyerah. Namun, di sisi lain, Andhy melihat generasi ini memiliki keunggulan besar dalam penguasaan teknologi.

Menurutnya, potensi tersebut akan menjadi kekuatan jika dipadukan dengan penguatan teori fundamental serta pendampingan intensif dari dosen.

Dalam proses pembinaan, Andhy menekankan pentingnya mengubah cara pandang mahasiswa terhadap riset. Ia menilai riset tidak harus dipersepsikan sebagai kegiatan yang rumit dan menakutkan, melainkan proses ilmiah yang dijalani secara bertahap dan konsisten.

“Riset itu seperti menyusun puzzle. Dikerjakan langkah demi langkah sampai terbentuk gambaran utuh,” katanya.

Ia menambahkan, hubungan dosen dan mahasiswa dalam riset harus dibangun layaknya atlet dan pelatih, dengan visi yang sama untuk menembus publikasi internasional.

Baca Juga:UMB Tasikmalaya Gelar Karya Inovasi Teknologi Informatika, Enam Kelompok Mahasiswa Paparkan Ide BisnisJNE Raih Tiga Penghargaan Bergengsi di Ajang Marketing & Halal Summit 2026

Komunikasi yang terbuka, bimbingan yang fleksibel, serta pemberian ruang eksplorasi dinilai menjadi kunci untuk menumbuhkan keberanian dan kreativitas mahasiswa.

Pendekatan tersebut, lanjut Andhy, tidak berhenti pada pembinaan konseptual, tetapi juga menekankan latihan menulis ilmiah secara konsisten. Mahasiswa dibiasakan membaca artikel berbahasa Inggris, memahami struktur penulisan ilmiah, serta dikenalkan dengan prosedur submit ke jurnal internasional sejak semester awal agar memiliki waktu berkembang yang cukup.

0 Komentar