Persoalan Sampah di Kota Banjar Belum Tuntas, Butuh Pembenahan Wujudkan Kota Bersih

Banjar Menuju Kota Bersih
Median Jalan Kapten Jamhur lebih bersih tanpa sampah. (Anto Sugiarto/radartasik.id)
0 Komentar

BANJAR, RADARTASIK.ID – Anggota Komisi III DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Banja H Gun Gun Gunawan alias Gus Jawad mengapresiasi penghargaan Banjar Menuju Kota Bersih. Hanya saja, dia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar melalui dinas terkait melakukan pembenahan.

“Penghargaan Banjar Menuju Kota Bersih kita apresiasi, ini capaian yang luar biasa. Hanya saja harus ada yang dibenahi,” ucap ketua Fraksi PKB DPRD Kota Banjar itu, Selasa (3/3/2026).

Gus Jawad menilai, predikat itu luar biasa. Hanya saja persoalan sampah bukan berarti sudah tuntas.

Baca Juga:Transfer Pejabat Pemkab Tasik Tahun Ini: Dua Kadis dari Purwakarta dan Kementerian (part 1)Menjaga Kepercayaan!

Permasalahan sampah harus diselesaikan mulai dari hulu hingga hilir, dan ini dilakukan secara bersama-sama. Untuk mendukung itu, fasilitas pun harus dilengkapi.

Jika ditunjang dengan sarana prasarana dan fasilitas yang memadai, maka permasalahan sampah bisa ditangani dengan baik. Di mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat hingga tingkat kota.

“Dengan adanya penghargaan tersebut, diharapkan upaya menjaga lingkungan betul-betul diperlu ditingkatkan dan dijaga dengan baik,” ujarnya.

Penanganan sampah di Kota Banjar harus terus dibenahi, supaya penghargaan Banjar menuju kota bersih benar-benar terwujud dan tercapai ke depannya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar Asep Tatang Iskandar menanggapi soal predikat Banjar “Menuju Kota Bersih Tingkat Nasional Tahun 2025”.

“Penghargaan Banjar menuju kota bersih harus kita jaga dengan baik, karena permasalahan sampah bukan tanggung jawab Dinas LH saja, tapi semua stakeholder,” ujarnya Senin (2/3/2026).

Diakuinya, penghargaan tersebut sebenarnya berat karena setiap tiga bulan sekali dari Kementerian LH turun langsung melakukan penilaian ke berbagai titik untuk selanjutnya dievaluasi.

Baca Juga:Pangan Dipasok Luar Daerah, Kota Tasikmalaya Hanya Jadi "Meja Makan"Bukan Sekedar Bukber!

Titiknya pun tidak bisa ditentukan oleh dinas, melainkan keinginan sendiri dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Maka dari itu, pihaknya mengerahkan semua petugas untuk melakukan bersih-bersih setiap hari agar Kota Banjar tetap terjaga dengan baik kebersihannya.

“Saya tekankan ke pasapon (petugas kebersihan) melakukan bersih-bersih tidak hanya saat mau penilaian saja tapi harus setiap hari, dan dijaga kebersihannya,” pungkasnya.

Dia pun tak segan-segan turun langsung ke lapangan memantau petugas yang melakukan bersih-bersih pagi buta, hanya ingin memastikan tidak ada lagi keluhan dari masyarakat terkait sampah dan kebersihan.

0 Komentar