Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Inter, terutama dalam konteks klasemen.
Ini merupakan kekalahan ketiga beruntun Nerazzurri di Liga Champions musim ini, dan yang pertama sejak format fase liga diterapkan.
Dengan kombinasi hasil pertandingan lain, Inter kini berada di luar zona kualifikasi langsung ke babak 16 besar dan harus bersiap menjalani babak playoff.
Baca Juga:Inter Milan vs Arsenal: Arteta Kagum dengan Keberanian ChivuBergerak dalam Senyap, Inter Rekrut Bek Muda Dinamo Zagreb
Bahkan, laga terakhir melawan Borussia Dortmund di Signal Iduna Park belum tentu cukup, meski Inter mampu meraih kemenangan.
Sebaliknya, Arsenal justru semakin kokoh. Tujuh kemenangan dari tujuh pertandingan menjadi catatan bersejarah bagi klub London tersebut dan menegaskan posisi mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara Liga Champions musim ini.
Konsistensi, kedalaman skuad, serta efektivitas di momen-momen krusial membuat tim asuhan Arteta tampil menonjol dibandingkan pesaing lainnya.
Usai pertandingan, Cristian Chivu memberikan komentarnya kepada Sky Sport. Ia mengakui kualitas Arsenal yang menurutnya berada di level tertinggi.
“Mereka punya intensitas tinggi, menyerang garis pertahanan, dan sangat berbahaya saat masuk ke kotak penalti. Mereka lebih mengesankan dibanding tim lain yang kami hadapi, terutama dalam cara mereka mengambil keputusan di area krusial,” ujar Chivu.
Ia juga menyinggung perbedaan karakter sepak bola antara Inggris dan Italia.
“Kami mencoba tetap berada dalam permainan, tetapi kualitas individu dan kolektif Arsenal membuat perbedaan. Saya tidak ingin berbicara soal uang atau belanja pemain, itu akan membosankan,” ucapnya.
Baca Juga:Jadi Incaran Arsenal, Inter Akan Naikkan Gaji Federico Dimarco Hingga Rp93,5 MiliarJuventus dan Napoli Bersaing Ketat Perebutkan Maldini dan Youssef En-Nesyri
“Di Italia kami tidak terbiasa dengan jenis permainan tertentu. Saya hanya mencoba menyampaikan kepada tim apa yang perlu dilakukan di lapangan,” tambahnya.
Kekalahan ini menjadi sinyal peringatan bagi Inter. Jika ingin melangkah jauh di Eropa, Nerazzurri harus segera menemukan konsistensi dan ketajaman di laga-laga besar, sesuatu yang kembali hilang saat menghadapi Arsenal.
