RADARTASIK.ID – Roberto De Zerbi angkat suara membela Cesc Fabregas yang belakangan kerap menjadi sasaran kritik publik Italia.
Pelatih Olympique Marseille itu menilai penilaian terhadap Fabregas, yang kini menukangi Como, sudah melampaui batas wajar dan lebih banyak dipenuhi prasangka ketimbang analisis sepak bola yang jujur.
Mantan pelatih Sassuolo tersebut menyampaikan pembelaannya dalam program Viva el Futbol, tayangan streaming yang dipandu Antonio Cassano, Lele Adani, dan Nicola Ventola.
Baca Juga:Hasil Liga Champions: Arsenal Kirim Inter ke Babak PlayoffInter Milan vs Arsenal: Arteta Kagum dengan Keberanian Chivu
Dalam kesempatan itu, De Zerbi menyoroti bagaimana Fabregas sering diserang bukan karena hasil di lapangan, melainkan karena filosofi bermain yang ia usung bersama Como.
“Saya menyesal melihat bagaimana Fabregas diperlakukan,” ujar De Zerbi.
“Semua orang boleh berpendapat, tetapi ketika penilaian sudah melebar dan mulai menyebut dia presiden, sok jago, atau mempermasalahkan konsep lapangan lebar dan sempit, itu sudah berubah menjadi kebencian. Hal-hal seperti itu sangat mengganggu saya,” lanjutnya.
Ia menegaskan, jika kritik ingin diarahkan pada hasil, maka seharusnya banyak pihak memilih diam.
Pasalnya, performa Como dinilai jauh dari kata buruk saat ini.
“Kalau mau bicara hasil, maka seharusnya kita diam saja. Como saat ini berada di posisi keenam klasemen,” jelasnya.
“Memangnya Como seharusnya ada di posisi berapa? Mereka bilang Como punya pasar transfer besar, lalu targetnya apa? Juara? Peringkat kedua? Saya benar-benar tidak mengerti,” tegasnya.
Menurut De Zerbi, setiap pelatih berhak mengusung ide dan filosofi sepak bolanya masing-masing.
Fabregas memilih jalur tertentu, dan selama itu dibarengi tanggung jawab, tidak ada alasan untuk mencibir.
Baca Juga:Bergerak dalam Senyap, Inter Rekrut Bek Muda Dinamo ZagrebJadi Incaran Arsenal, Inter Akan Naikkan Gaji Federico Dimarco Hingga Rp93,5 Miliar
“Semua orang bebas memainkan sepak bola seperti yang ia yakini. Jika nanti hasilnya buruk, Fabregas sendiri yang akan bertanggung jawab,” paparnya.
De Zerbi juga menyinggung tudingan soal “mercato importante” Como yang kerap dijadikan dasar kritik dan menilai narasi tersebut sering dibesar-besarkan.
Dalam beberapa laporan, aktivitas transfer Como disebut mencapai ratusan juta euro.
Namun menurut De Zerbi, angka tersebut tidak otomatis menjamin prestasi instan, apalagi bagi tim yang baru membangun identitas di level tertinggi.
