Penataan PKL di Kota Tasikmalaya Berlanjut, Masalah Angkot Ngetem dan Fasilitas Jadi Sorotan

penataan PKL Taman Kota Masjid Agung Kota Tasikmalaya
Trotoar di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya digunakan pejalan kali setelah lapak PKL direlokasi ke Jalan Mayor Utarya dan Jalan Pemuda, Jumat 12 Desember 2025. firgiawan / radar tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Upaya penataan dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Taman Kota–Masjid Agung terus dilanjutkan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Memasuki hari ketiga, kepatuhan pedagang dinilai masih baik, sementara sejumlah fasilitas penunjang mulai diperbaiki.

Kasatpol PP Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah, mengatakan ada beberapa evaluasi penting pasca penataan yang dimulai pekan ini.

Baca Juga:Wali Kota, PKL, dan Siang Hari yang Terlalu Terik di Jalan Pemuda Kota Tasikmalaya!Polemik Proyek Padel di Kota Tasikmalaya: Rekomendasi Stop Pengerjaan Sementara Diabaikan

Salah satunya terkait angkot yang masih kerap ngetem di titik lama, sehingga memicu perlambatan arus kendaraan.

“Angkot masih sering ngetem di spot biasa dan itu menimbulkan sendatan. Ini akan kami koordinasikan dengan Dishub,” ujarnya, Jumat 12 Desember 2025.

Selain itu, perbaikan fasilitas bagi PKL mulai dilakukan, terutama terkait kebutuhan listrik serta penambahan penerangan jalan umum (PJU) di area relokasi.

Pemerintah juga tengah menyiapkan Tanda Daftar Usaha (TDU) untuk memastikan legalitas pedagang.

“TDU penting untuk memberi kepastian pedagang. Evaluasi hari ketiga juga menunjukkan kepatuhan masih terjaga,” tambah Yogi.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Pedagang Masyarakat Tasikmalaya (Pepatas), Maman Hanter, mengapresiasi pemerintah yang dinilai responsif mendampingi proses penataan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Satpol PP, Dishub, dan Indag. Tanpa bantuan mereka, kami tidak punya daya apa-apa,” tuturnya.

Baca Juga:Polres dan Pemkot Tasik Beri Ruang Inklusif: Siswa Difabel Disambangi Kapolres, Sekda Lepas Konvoi Eks Selokan Diurug, Drainase Menjerit: PUTR Stop Sementara Proyek Padel di Kota Tasikmalaya

Maman menilai lokasi baru justru memberi peluang lebih besar bagi PKL, terutama pedagang Reboan, karena dinilai lebih potensial meningkatkan ekonomi pelaku usaha kecil.

Ia berharap ada tambahan dukungan untuk pengamanan dan fasilitas penyebrangan bagi jamaah pengajian dari Masjid Agung.

Maman juga menegaskan bahwa area relokasi diprioritaskan untuk anggota Pepatas sesuai kesepakatan dengan pemerintah.

Ke depan, ia berharap kawasan itu bisa tumbuh menjadi pusat wisata belanja dan kuliner baru di Kota Tasikmalaya.

“Mudah-mudahan lokasi ini terus ramai dan bisa menjadi destinasi piknik serta kuliner,” pungkasnya. (firgiawan)

0 Komentar