Brady maupun Keane mencetak gol di UEFA Cup (penyebutan lama untuk kompetisi yang sekarang disebut Liga Europa) saat mereka memperkuat Inter Milan di tahun 1980-an (Brady) dan musim 2000/01 (Keane).
Namun ada yang membuat pencapaiannya lebih istimewa—ia menjadi pemain Irlandia pertama yang mencetak brace dalam satu pertandingan untuk klub Italia di level Eropa.
Catatan ini menegaskan bahwa Ferguson tidak sekadar proyek jangka panjang, melainkan aset yang mulai menunjukkan kilau kualitasnya.
Baca Juga:Khawatir dengan Perkembangan Camarda di Lecce, Ibrahimovic Turun TanganResmi! AC Milan Rekrut Juan Arizala dan Lakukan Kontak Pertama dengan Kiper Corinthians
Setelah laga, Ferguson tampil tenang menanggapi dua golnya dan mengakui selalu berlatih keras untuk menghadapi musim pertama yang sulit di Roma.
“Saya selalu berlatih keras. Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik dan malam ini semuanya berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan tentang hubungannya dengan Gasperini: “Kami berlatih setiap hari. Dia selalu mendorong semua orang, mengharapkan banyak hal dari saya, terutama soal intensitas. Itu yang terus saya upayakan.”
Dengan performa seperti ini, Ferguson bukan hanya menghidupkan kembali asa Roma di Liga Europa, tetapi juga mulai menulis babak baru dalam sejarah pemain Irlandia di kancah Eropa.
Giallorossi yang menghadapi masalah mandulnya para penyerang, kini menatap masa depan dengan percaya diri bersama Ferguson yang bisa menjadi salah satu pilar utamanya.
