Khawatir dengan Perkembangan Camarda di Lecce, Ibrahimovic Turun Tangan

Francesco Camarda
Francesco Camarda Foto: Tangkapan layar Instagram@uslecce
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Situasi Francesco Camarda di Lecce mulai menimbulkan tanda tanya besar bagi AC Milan.

Dalam beberapa pertandingan terakhir, striker muda berusia 17 tahun itu jarang mendapat ruang bermain dari pelatih Eusebio Di Francesco.

Milan, melalui Zlatan Ibrahimovic, kini turun langsung memantau perkembangan wonderkid yang sejak usia 15 tahun sudah menyedot perhatian publik.

Baca Juga:Resmi! AC Milan Rekrut Juan Arizala dan Lakukan Kontak Pertama dengan Kiper CorinthiansJurnalis Italia: Mantan Kapten Inter Ditawarkan ke AC Milan

Camarda bukan pemain muda biasa. Sejak kecil, ia tumbuh dengan tekanan yang jarang dialami pemain seusianya: selalu menjadi “yang termuda” dalam pencapaian, selalu dibandingkan dengan nama-nama besar, dan selalu diminta membuktikan diri.

Ia menjalani semuanya dengan cara yang sama seperti ketika pertama kali bermimpi debut di San Siro—dengan determinasi dan gairah yang tertanam dalam-dalam.

Kariernya melaju cepat, hampir selalu bermain di atas kategori umurnya. Transfer ke Lecce dipilih sebagai langkah berani: misi bertahan hidup di Serie A sekaligus kesempatan menguji ketangguhan mental dan fisiknya.

Camarda dikenal memiliki obsesivitas positif terhadap pengembangan diri. Ia disiplin dalam urusan nutrisi, pemulihan otot, bahkan menjaga kehidupan sehari-hari agar tetap “normal”.

Kepada VivoAzzurroTV, ia mengakui bahwa perpindahan dari level usia muda ke Serie A bukan perkara mudah.

“Beradaptasi dengan pemain 13 dan 15 tahun itu berbeda. Tapi kini saya harus bersaing dengan pemain berusia 30 tahun. Tempo permainan benar-benar berbeda,” ujarnya.

Untuk menjaga motivasi, Camarda bahkan rutin menonton film tentang Ibrahimovic setidaknya setahun sekali.

Baca Juga:Deco Turun Tangan, Barcelona Sukses Curi Wonderkid Mesir Incaran AC Milan dan Bayern MunchenMinim Dana Transfer, AC Milan Ingin Pinjam Bek 776 Miliar yang Dibuang Chelsea

“Ia inspirasi besar bagi saya, perjalanan dan kariernya luar biasa,” katanya.

Di luar sepak bola, ia menikmati seni bela diri seperti MMA dan kickboxing, serta memiliki hobi unik: membuat kue dan pastry.

Musim pertamanya Lecce di Serie A berjalan penuh dinamika. Camarda langsung menjadi starter pada laga perdana melawan Genoa dan bermain 83 menit.

Ia kembali dipercaya pada pekan kedua melawan AC Milan, sebelum cedera otot memaksanya menepi dan sejak saat itu, Di Francesco lebih sering menjadikannya supersub.

Momen terbaiknya datang pada 28 Oktober ketika masuk pada menit ke-65 kontra Bologna dan mencetak gol perdananya di Serie A—sebuah penyelesaian khas penyerang murni.

0 Komentar