RADARTASIK.ID – Kabut turun perlahan di Desa Pasurenan, Kecamatan Batur-Dieng, Kabupaten Wonosobo, ketika malam mulai merayap.
Udara pegunungan yang kian menusuk membuat suasana semakin sunyi.
Di antara deretan rumah kayu yang berdiri kokoh menahan angin dingin, seorang perempuan lanjut usia bernama Sukinah (78) duduk tenang di beranda rumahnya yang berdinding anyaman bambu.
Bahunya diselimuti kain tebal untuk mengusir hawa dingin yang tak kenal ampun.
Meski udara menggigit, senyum hangat tetap menghiasi wajahnya.
Kerutan-kerutan di wajah itu memantulkan rasa syukur yang tulus.
Baca Juga:Dahlan Iskan Diusulkan Raih Anugerah Dewan Pers 2025: Penghargaan untuk Spirit Media Baru MenginspirasiPenjualan Turun, tetapi Koleksi Menjadi Penyelamat Kinerja GameStop pada Kuartal III
Untuk pertama kalinya dalam hidup, rumah sederhana Sukinah kini diterangi cahaya lampu listrik—sebuah kenyataan yang baru terwujud berkat Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari pemerintah.
Sukinah menyampaikan, rumahnya kini sudah terang dan ia tidak lagi bergantung pada lampu minyak seperti sebelumnya.
Sebelum mendapatkan bantuan tersebut, ia menjalani malam-malam di Dieng hanya dengan cahaya temaram.
Sebagai lansia yang hidup seorang diri, biaya pemasangan listrik terasa sangat jauh dari jangkauan.
Ia mengaku sebenarnya sangat ingin memiliki listrik, namun kebutuhan makan saja harus diatur dengan sangat hemat.
Bagi Sukinah, listrik bukan sekadar penerangan. Kehadiran listrik membawa perubahan nyata dalam kesehariannya.
Ia kini dapat menyiapkan makan malam dengan lebih nyaman, merasa aman ketika malam semakin dingin, dan tidak lagi khawatir bila minyak untuk lampu habis pada waktu-waktu penting.
Baca Juga:Night Ride Pencinta Honda ADV Pecah di Bogor, Silaturahmi Makin Nempel!Benarkah Anak Hashim Djojohadikusumo Ambil Alih 20% Saham TRIN? Ini Klarifikasi Resmi Perusahaan
Cahaya itu menghadirkan rasa tenang yang selama ini hilang dari hidupnya.
Program BPBL sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan akses energi merata kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
Secara nasional, program ini menargetkan sekitar 215 ribu rumah tangga.
Di Jawa Tengah, sasaran program mencapai 25.150 rumah tangga, sementara di Kabupaten Wonosobo terdapat sekitar 216 rumah tangga yang akan menikmati listrik secara mandiri.
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa program tersebut hadir sebagai solusi bagi warga yang sebenarnya memiliki jaringan listrik di lingkungan mereka, tetapi tidak mampu melakukan pemasangan karena keterbatasan biaya.
Ia menegaskan, BPBL adalah program gratis dan tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun.
