Menurut Herdiat, inovasi tersebut lahir dari kepedulian terhadap masalah limbah tahu yang selama ini berpotensi mencemari lingkungan.
“Melalui pendekatan ilmiah dan solusi kreatif, limbah cair diolah menjadi pupuk kaya nutrisi, sementara limbah padat disulap menjadi paving block ramah lingkungan,” katanya.
Ia menegaskan, inovasi ini berdampak nyata bagi masyarakat. “Dengan begitu, petani mendapatkan alternatif pupuk yang murah dan berkualitas, industri tahu memperoleh nilai tambah dari limbahnya, serta masyarakat terbebas dari pencemaran yang selama ini mengganggu kenyamanan hidup,” ujarnya.
Baca Juga:Dinas PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Gerak Cepat Lakukan Perbaikan di Ruas Jalan Salopa-ManonjayaPastikan Tenaga Kerja Terlindungi Jaminan Sosial, Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Sosialisasi Peraturan Daerah
“Inovasi dari PNS Ciamis bisa menembus 10 besar tingkat Provinsi Jawa Barat. Ini membuktikan bahwa kreativitas dan inovasi dari PNS Kabupaten Ciamis mampu bersaing dan memberikan manfaat nyata,” tambahnya.
Herdiat berharap inovasi tersebut terus dikembangkan dan direplikasi di daerah lain. “Agar menjadi model pengelolaan limbah berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya. (riz)
