Manfaat inovasi ini dirasakan luas: lebih dari 300 kepala keluarga kini terbebas dari pencemaran air, 6.200 petani mendapat akses pupuk murah dan berkualitas, sementara industri tahu memperoleh keuntungan dari limbah yang sebelumnya tak bernilai.
“Hasilnya, POC mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman hingga 30 persen, dan paving block dimanfaatkan untuk infrastruktur,” katanya.
Keampuhan inovasi ini terbukti lewat uji coba pada tanaman cabai varietas Ori 212. Dari 500 pohon, panen mencapai 400–500 kilogram cabai segar berkualitas.
Baca Juga:Dinas PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Gerak Cepat Lakukan Perbaikan di Ruas Jalan Salopa-ManonjayaPastikan Tenaga Kerja Terlindungi Jaminan Sosial, Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Sosialisasi Peraturan Daerah
“Artinya, inovasi ini mampu memberikan margin keuntungan yang besar dan menguntungkan bagi petani,” katanya.
POC juga diuji pada tanaman sosin dengan hasil luar biasa. “Daun sosin lebih renyah dan memiliki cita rasa yang segar, sehingga menambah nilai jual di pasaran,” ujar Tatang.
Keberhasilan tersebut mendorong pengembangan inovasi ke komoditas jagung di lahan seluas 2–5 hektare. Program ini melibatkan Pemerintah Desa Buniseuri, kelompok tani Sangkan Raharja 2, dan PT Macakal Pangan Sejahtera.
“Kehadiran inovator berperan penting sebagai pembimbing sekaligus pengarah teknis agar penerapan inovasi berjalan optimal. Keberhasilan ini bukan sekadar cerita sukses pertanian biasa, melainkan bukti bahwa inovasi lokal mampu menjawab tantangan besar di sektor pangan,” ujarnya.
Tatang menegaskan, inovasi ini sejalan dengan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
“Inovasi tersebut terbukti dapat menekan biaya produksi, meningkatkan pendapatan petani, sekaligus menghadirkan produk dengan kualitas lebih baik. Lebih dari itu, sinergi antara inovator, petani, pemerintah desa, dan swasta menunjukkan model kolaborasi yang efektif dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini izin edar POC tengah diurus agar bisa dipasarkan secara luas. “Sehingga bisa untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD),” ujarnya.
Baca Juga:Tak Bisa Hanya Fokus Jalan, Komisi III Sentil Bupati Tasikmalaya: Jangan Lupakan Pelayanan Dasar Lainnya!HTN 2025, Petani Masih Jadi Tulang Punggung Tapi Terpinggirkan: Pemda Harus Bergerak!
Atas prestasi itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memberikan apresiasi secara langsung kepada Tatang Hidayat dalam pertemuan di Joglo Barat Pendopo Bupati Ciamis, Senin (6/10/2025).
“Pemerintah Kabupaten Ciamis mengapresiasi setinggi-tingginya kepada saudara Tatang Hidayat yang telah menghadirkan inovasi luar biasa dan bermanfaat bagi lingkungan Kabupaten Ciamis,” ujarnya.
