Selain itu, buku ini juga diharapkan menjadi langkah positif bagi para pelajar untuk menumbuhkan kemampuan manajemen konflik sejak dini.
Dalam proses penulisannya, Adinda Zahra Sofiantima, Bilqis Chelsea Firnanda, Dzikri Muhammad Taufiq, Keisha Siti Latifah Kirana, Nisrina Nabila Herdiman, Rheisya Zahran Mahendrik, dan Syifa Alifa Bilbina berkolaborasi dengan dua orang guru, Haris Fauzi SSos dan Siti Maroah SSos, yang menjadi editor buku tersebut.
Buku ini diterbitkan oleh Ruang Baca Komunitas dalam rangka memperingati Hari Literasi Internasional (International Literacy Day/ILD), yang dikenal juga sebagai Hari Aksara Internasional (HAI).
Baca Juga:Pemangkasan Tunjangan Dewan: Apakah Kota Banjar Akan Ikut? Pjs Ketua DPRD BerbicaraPemutusan Kerja Sama dengan Pengelola Banjar Water Park Tertunda, Mengapa Proses Ini Begitu Lama?
Karya ini tidak hanya menjadi simbol kreativitas para pelajar, tetapi juga menunjukkan bagaimana mereka dapat berpikir kritis dan menawarkan solusi yang berharga untuk menghadapi tantangan sosial di masa depan.
Dengan terbitnya buku ini, diharapkan para pelajar SMAN 1 Banjar dapat terus mengembangkan diri mereka sebagai pemimpin masa depan yang cerdas, kreatif, dan mampu memimpin dengan bijak.
Selain itu, buku ini juga menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki kapasitas besar untuk berpikir dan menyelesaikan masalah, serta berkontribusi dalam menciptakan solusi bagi persoalan-persoalan besar yang ada di masyarakat.
Melalui buku ini, para pelajar di SMAN 1 Banjar telah menunjukkan bahwa mereka bukan hanya sekadar penerima ilmu, tetapi juga pemberi solusi bagi tantangan zaman. (Anto Sugiarto)
