RADARTASIK.ID – Santiago Gimenez mungkin belum sepenuhnya mendapat tempat di hati para penggemar AC Milan.
Tetapi bagi jurnalis Italia Andrea Longoni, striker asal Meksiko itu layak mendapat kepercayaan penuh dari pelatih Massimiliano Allegri.
Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, Longoni menilai proyek Allegri yang mencoba menjadikan Rafael Leao sebagai penyerang tengah hanya akan menjadi eksperimen jangka pendek.
Baca Juga:Taktiknya Tak Manjur, Chivu Kembali Pakai Ilmu Inzaghi Saat Hadapi Juventus di Derby ItaliaDibobol 4 Gol oleh Israel, Sabatini: Italia Menang dalam Ketakutan
Menurut Longoni, Milan saat ini memiliki deretan penyerang berbakat seperti Leao, Christian Pulisic, dan Christopher Nkunku, tetapi ketiganya bukanlah ujung tombak murni.
Mereka lebih berfungsi sebagai penyerang sayap atau second striker yang tak akan bisa menggantikan Gimenez.
“Saya sependapat dengan Santiago Gimenez, dan saya yakin jika digunakan dengan tepat, jika dikelola dengan baik, dia bisa menjadi aset besar bagi Milan musim ini. Karena perlu diperjelas, jika kita melihat lini serang, dialah satu-satunya penyerang tengah sejati yang dimiliki Allegri,” tulis Longoni.
Eksperimen menjadikan Leao sebagai false nine memang sempat memberi hasil dalam laga pramusim, terutama ketika Milan menghadapi tim yang cenderung menyerang sehingga ruang untuk melakukan serangan balik terbuka lebar.
Namun, Longoni menjelaskan dalam pertandingan melawan tim yang lebih bertahan dan disiplin, solusi itu sulit dipertahankan.
Karena itulah, ia menilai cepat atau lambat Allegri harus kembali mengandalkan Gimenez sebagai target man utama.
Bagi seorang penyerang, deretan angka di papan skor adalah tolok ukur paling objektif.
Baca Juga:Tonali Jadi Pahlawan Italia, Ultras Balik Badan Saat Lagu Kebangsaan Israel DikumandangkanClaudio Ranieri Larang AS Roma Korbankan Pemain Andalan Demi Jadon Sancho
Meski kerap dicap hanya bisa mencetak gol di liga selevel Eredivisie, striker berusia 24 tahun itu sudah mengukir delapan gol dalam 11 pertandingan di Liga Champions.
Di mata Longoni, catatan Gimenez di Liga Champions sudah menunjukkan kualitasnya di level tertinggi.
“Angka-angka ini sungguh impresif di kompetisi elit Eropa,” jelas Longoni.
Sejak bergabung dengan Milan, performa Gimenez juga tidak seburuk yang dibayangkan.
Dalam 22 penampilan dengan total 1.146 menit bermain, ia mencetak enam gol dan empat assist.
Artinya, ia terlibat langsung dalam satu gol setiap 115 menit, sebuah rasio kontribusi yang solid mengingat kondisi taktis musim lalu di bawah Sergio Conceição yang rumit serta masalah kebugaran di awal musim ini.
