“Ada kekerasan dipukul, ditendang. Ada kekerasan seksual, ada kekerasan fisik, ada kekerasan verbal,” ujarnya.
Salah satu peristiwa yang diungkapkan saksi terjadi ketika seorang mahasiswi hendak diantar pulang usai mengikuti kegiatan kampus.
Dosen tersebut saat itu menawarkan untuk mengantar, namun justru membawa korban berkeliling menggunakan mobilnya, hingga akhirnya berhenti di parkiran salah satu hotel di Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:4 Siswa MAN 1 Tasikmalaya Sapu Juara Olimpiade Bahasa ArabMasa Jabatan Kepala Daerah dan DPRD Berpotensi Diperpanjang Jika Pemilu Pusat dan Daerah Dipisah
“Tangannya dipegang, dicium, dan diarahkan ke kemaluan dosen itu,” ungkapnya.
Meski korban telah menolak dan menunjukkan ketakutan, tindakan tersebut tetap dilakukan.
Usai kejadian, korban mengalami trauma mendalam dan harus menjalani pendampingan psikologis.
“Dia sampai ke psikolog, kalau lihat taman suka reuwas, kalau lihat Avanza hitam kaget,” tuturnya.
Dalam proses investigasi yang tengah berlangsung, Satgas PPTPK Unsil telah memeriksa 19 orang saksi, termasuk mahasiswa yang melaporkan mengalami kekerasan verbal hingga nonverbal.
Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari pengumpulan keterangan untuk penanganan lebih lanjut di tingkat rektorat. (Ayu Sabrina)
