Sinopsis Film Habibie & Ainun 3: Kisah Perjuangan Ainun Sebelum Bertemu Habibie, Tayang di MDTV

Sinopsis Habibie & Ainun 3, Tayang di MD Sinema (instagram.com @mdtv)
Sinopsis Habibie & Ainun 3, Tayang di MD Sinema (instagram.com @mdtv)
0 Komentar

Kilas balik kemudian membawa penonton ke tahun 1944 di Sadeng, Semarang, ketika keluarga Besari harus mengungsi akibat pendudukan Jepang.

Dalam situasi genting, ibu Ainun yang berprofesi sebagai bidan tetap menjalankan tugasnya, dan Ainun kecil bertekad untuk mengikutinya.

Setelah Indonesia merdeka, keluarga mereka mulai menempati rumah yang lebih layak.

Baca Juga:Sinopsis Film Bollywood Koi Mil Gaya: Tayang di Sinema Bintang ANTVDrama Komedi Ngenest Kembali Hadir di Film Liburan Lebaran RCTI, Simak Sinopsisnya!

Sebagai mahasiswa baru di UI, Ainun mengalami ospek yang cukup keras dan sempat mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari seniornya.

Namun, hal itu tidak menghalangi semangatnya untuk berprestasi hingga ia menjadi sosok yang dikagumi di fakultasnya.

Seorang mahasiswa hukum bernama Ahmad mulai tertarik padanya, tetapi Ainun memilih untuk tidak terlalu menanggapi perhatian tersebut.

Ketika menjalani kuliah kerja praktik di daerah kumuh, Ainun bertemu seorang ibu yang kesulitan membeli obat untuk anak-anaknya yang sakit.

Saat mencoba mencari obat di rumah sakit, ia mengalami percobaan pelecehan oleh dua pria, tetapi berhasil diselamatkan oleh Ahmad.

Setelah insiden itu, Ainun semakin aktif mengabdikan dirinya kepada masyarakat dan mendapat sambutan baik dari lingkungan sekitar.

Dalam perjalanan akademiknya, Ainun menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidaksetujuan beberapa mahasiswa terhadap pengusiran dosen Belanda. Di tengah kesibukannya, ia semakin dekat dengan Ahmad.

Baca Juga:Ini Dia Keutamaan Shaum Syawal: Tanda Konsistensi dalam Beribadah hingga Penyempurna Puasa RamadanJadwal Acara ANTV Selasa, 1 April 2025: Tayang Sinema Bintang Bollywood Koi Mil Gaya hingga Film Krrish

Suatu hari, Ahmad melamarnya dengan kejutan romantis, tetapi Ainun menolak untuk terburu-buru.

Saat menghadiri pasar malam bersama Ahmad, mereka dikejutkan oleh kecelakaan yang menyebabkan seorang anak terluka parah.

Ainun berusaha menolongnya, tetapi nyawa anak itu tidak tertolong.

Kejadian ini membuatnya merasa bersalah, meskipun ayah Ahmad, Husodo, mencoba menenangkannya dengan mengatakan bahwa manusia tidak bisa menolak takdir Tuhan.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Ainun kembali ke Bandung untuk menenangkan diri.

Ketika kembali ke Jakarta dan menghadiri pesta tarian, ia terlibat dalam perseteruan dengan Agus, senior yang pernah merendahkannya.

Ahmad yang tidak terima dengan perlakuan Agus pun terlibat perkelahian. Merasa kecewa dengan lingkungan sekitarnya, Ahmad memutuskan untuk meninggalkan Indonesia.

Pada tahun 1961, Ainun dinobatkan sebagai lulusan terbaik Fakultas Kedokteran. Ia membawakan pidato inspiratif tentang emansipasi wanita yang mendapat sambutan meriah.

0 Komentar