RADARTASIK.ID--MD Sinema menghadirkan film inspiratif “Habibie & Ainun 3” yang akan tayang pada Rabu, 2 April 2025 pukul 22.00 WIB di MD TV.
Film ini mengisahkan perjalanan hidup Hasri Ainun Besari sebelum ia bertemu dengan B.J. Habibie, memperlihatkan dedikasi dan perjuangannya dalam dunia medis.
Film besutan sutradara Hanung Bramantyo ini merupakan kisah biografi percintaan yang dirilis pada tahun 2019 dengan skenario ditulis oleh Ifan Ismail.
Baca Juga:Sinopsis Film Bollywood Koi Mil Gaya: Tayang di Sinema Bintang ANTVDrama Komedi Ngenest Kembali Hadir di Film Liburan Lebaran RCTI, Simak Sinopsisnya!
Sebagai kelanjutan dari film “Rudy Habibie” (2016), “Habibie & Ainun 3” berfungsi sebagai prekuel dari “Habibie & Ainun” dan merupakan film ketiga dalam seri ini.
Film ini menyoroti kisah Ainun muda yang diperankan oleh Maudy Ayunda, sementara Reza Rahadian kembali berperan sebagai Habibie.
Selain itu, Jefri Nichol turut bergabung sebagai salah satu pemeran baru dalam seri ini.
Film ini pertama kali tayang di Indonesia pada 19 Desember 2019 dan di Malaysia pada 26 Desember 2019, serta mendapat sambutan positif dari penonton maupun kritikus.
Film ini dimulai dengan kenangan Manoj Punjabi terhadap B.J. Habibie yang berpulang pada tanggal 11 September 2019.
Sinopsis Habibie & Ainun 3
Dalam adegan yang berlatar 22 Mei 2011, Habibie terlihat mengunjungi makam Ainun untuk mengenang satu tahun kepergian istrinya.
Ketika berkumpul bersama keluarga, ia diminta untuk menceritakan kisah hidup Ainun yang akrab dipanggil “Eyang Putri” oleh cucu-cucunya.
Baca Juga:Ini Dia Keutamaan Shaum Syawal: Tanda Konsistensi dalam Beribadah hingga Penyempurna Puasa RamadanJadwal Acara ANTV Selasa, 1 April 2025: Tayang Sinema Bintang Bollywood Koi Mil Gaya hingga Film Krrish
Dalam ceritanya, Habibie mengenang masa sekolahnya di SMA Kristen Dago, di mana ia pernah berkomentar bahwa Ainun memiliki kulit yang lebih gelap.
Pada suatu hari, Ainun yang mengikuti pertandingan kasti mengalami cedera, namun tetap berjuang hingga akhirnya timnya menang.
Seusai pertandingan, Ainun yang menantikan surat penerimaan dari Universitas Indonesia (UI) merasa kecewa karena belum mendapat kabar.
Namun, ia kemudian mengetahui bahwa surat tersebut telah lama dipegang oleh abangnya. Ketika membukanya, Ainun terkejut sekaligus bahagia karena diterima di Fakultas Kedokteran UI.
Malam harinya, ia menghadiri sebuah pesta tarian dan bertemu kembali dengan Habibie yang mengungkapkan bahwa dirinya diterima di RWTH Aachen dengan biaya dari ibunya, sementara Ainun memilih jalur beasiswa.