Menurut Widya, Erik adalah pendaki professional.
Almarhum sering menjadi pemandu bagi rekan-rekannya dalam pendakian menuju Puncak Carstensz, yang merupakan satu-satunya wilayah bersalju di Indonesia.
Menurutnya, Erik telah mendaki puncak yang sama sebanyak 5 kali sebelumnya.
“Setahu saya, Erik sudah 5 kali menaiki puncak gunung yang sama,” ujar Widya seperti dikutip.
Erik sendiri tergabung dalam Tim Kartini, yang terdiri dari 32 pendaki, yang mendaki Puncak Carstensz dalam rangka memperingati Hari Kartini 2016.
Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono Meninggal di Puncak Carstensz
Baca Juga:3 Pesan Darurat Persib Agar Back To Back Juara, Jangan Sampai Persib Kehabisan Bensin di Akhir MusimProfil Putra Sheva Sanggasi, Kiper Muda Persib yang Gantikan Kevin Mendoza saat Lawan Persebaya
Erik Airlangga meninggal di puncak Carstensz Papua 9 tahun sebelum dua pendaki perempuan, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono dipastikan meninggal dunia.
Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono meninggal karena hipotermia saat menuruni puncak Gunung Carstensz di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu, 1 Maret 2025.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo, menjelaskan bahwa kedua pendaki tersebut meninggal akibat hipotermia di kawasan Taman Nasional Carstensz pada Jumat sebelumnya.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi ini disebabkan oleh Acute Mountain Sickness (AMS), sebuah gangguan yang kerap dialami para pendaki di ketinggian ekstrem.
Peristiwa ini bermula pada Rabu, 26 Februari 2024, ketika para pendaki terbang dari Bandara Timika menuju Yellow Valley menggunakan helikopter milik PT Komala Indonesia jenis AS 350 B3 (PK-KIE) antara pukul 07.00 hingga 09.50 WIT.
Pada Jumat, 28 Februari, mereka melakukan penyeberangan di jembatan Tyrollean.
Menurut informasi yang diperoleh dari pendaki Octries Ruslan dan Abdullah yang telah berhasil turun, seluruh tim telah mencapai puncak.
Namun, dua pendaki lainnya, Indira dan Saroni, mengalami gejala AMS di area bawah puncak (teras besar), sementara tim tamu dan pemandu masih berada sebelum jembatan Tyrollean.
Baca Juga:Talenta Hebat Persib Dikirim ke Spanyol, Menimba Ilmu Sepakbola di Klub Osasuna, Ini Posisi Bermainnya3 Pemain Lokal Persib Ditandai Bobotoh, Disebut Jadi Bom Waktu untuk Skuad Bojan Hodak
Salah satu pendaki, Nurhuda, tiba di basecamp sendirian dalam kondisi hipotermia dan segera meminta bantuan, mengingat radio komunikasi dalam kondisi mati.
Mendapat laporan tersebut, pemandu Yustinus Sondegau segera naik untuk memberikan bantuan darurat berupa sleeping bag, flysheet, air panas, dan radio komunikasi.
Seorang pemandu internasional, Dawa Gyalje Sherpa, juga segera bergerak untuk memberikan pertolongan.
