RADARTASIK.ID – Fabio Capello mengaku bingung dengan taktik Simone Inzaghi saat menghadapi Napoli, yang menyebabkan Inter Milan kembali kebobolan di menit-menit akhir pertandingan.
Inter kembali mengalami masalah yang terus berulang musim ini, kehilangan konsntrasi di menit akhir yang membuat mereka kehilangan tiga poin yang sudah berada di depan mata.
Gol Billings pada menit ke-87 dalam laga melawan Napoli membuat tim asuhan Simone Inzaghi gagal mengamankan kemenangan.
Baca Juga:Kepincut Sihir Ranieri, Pemilik AS Roma Minta Sang Pelatih Bertahan Semusim LagiNgamuk ke Wasit, Mantan Pelatih AC Milan Terancam Sanksi 7 Bulan
Padahal, hasil tersebut bisa menjadi langkah penting dalam perburuan Scudetto musim ini bagi Nerazuuri.
Kebobolan di menit-menit akhir kembali menjadi sorotan utama, mengingat dari total 25 gol yang bersarang di gawang Inter musim ini, 10 di antaranya terjadi dalam 15 menit terakhir pertandingan.
Hal ini mengindikasikan ada masalah kebugaran fisik serta manajemen pergantian pemain yang patut dipertanyakan oleh sang pelatih.
Inter telah mengalami empat kali kebobolan yang berujung comeback lawan di Serie A musim ini, yang berpotensi membuat mereka kehilangan sekitar delapan poin di klasemen.
Masalah ini juga terlihat di Liga Champions, di mana mereka kalah dari Bayer Leverkusen di fase grup—meskipun tetap lolos ke 16 besar—serta di final Piala Super Italia melawan AC Milan.
Kala itu, Inter unggul 2-1 sebelum akhirnya kebobolan dua gol di menit-menit akhir oleh Pulisic dan Abraham.
Salah satu penyebab utama masalah ini adalah taktik Inzaghi yang menguras energi pemain, terutama di sektor sayap dan lini tengah.
Baca Juga:Mattia Zaccagni: Pedro Orang yang Tepat untuk Eksekusi Penalti di Menit TerakhirDramatis! Lazio Tumbangkan AC Milan 2-1 di Injury Time Lewat Penalti Pedro
Pola permainan yang agresif dalam dua pertiga awal pertandingan sering kali membuat tim kehilangan keseimbangan di akhir laga, menyebabkan lawan memiliki peluang untuk menekan lebih jauh ke area pertahanan Inter.
Pergantian pemain yang kurang efektif juga menjadi sorotan.
Dalam laga melawan Napoli, Inzaghi lebih memilih memasukkan Joaquin Correa menggantikan Marcus Thuram, sementara Marko Arnautovic—yang sedang dalam performa bagus setelah mencetak gol menakjubkan melawan Lazio di Coppa Italia—hanya duduk di bangku cadangan.
Selain itu, Davide Frattesi baru dimasukkan 10 menit sebelum laga usai, padahal energi dan agresivitasnya bisa mengubah jalannya babak kedua sejak lebih awal.
