Bisa Jadi Racun! Air Hujan Berbusa di Kota Tasikmalaya Jangan Dianggap Sepele

Air hujan berbusa Tasikmalaya, pencemaran lingkungan, limbah pabrik sabun
Kolase foto aliran air hujan yang berbusa di Cipicung Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, Kamis (27/2/2024)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Perisiwa air hujan berbusa di Cipicung Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya dinilai bukan persoalan sepele, terlebih ada dugaan pencemaran lingkungan dari pabrik sabun. Ketika ada pembiaran, maka bisa berakibat fatal terhadap masyarakat.

Sekretaris Komite Nasional Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) Kota Tasikmalaya Arief Abdul Rohman mengatakan bahwa pemerintah harus memastikan penyebab dari peristiwa tersebut. Supaya tidak ada informasi liar yang tidak berdasar di masyarakat. “Harus dipastikan, itu betul ada pencemaran dari pabrik sabun atau bukan,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (2/3/2025).

Jika memang terbukti ada pencemaran dari pabrik, maka perlu ada evaluasi untuk izin produksinya. Bukan hanya diperbaiki dan dibiarkan beroperasi kembali, dikhawatirkan hal serupa bisa terulang kembali. “Kalau diperbaiki lalu jalan lagi, besok-besok bisa terulang lagi,” ucapnya.

Baca Juga:Kasus Pertamax Oplosan Korupsi Pertamina Tidak Berdampak? SPBU di Tasikmalaya Sebut Penjualan Tetap StabilSoal Pengadaan Mobil Dinas Viman-Diky, Netizen:  Lebih Manfaat Untuk Truk Sampah!

Di sisi lain, ini juga ada kelalaian dari pemerintah yang bertugas melakukan pengawasan. Baik itu dari operasional produksinya, maupun pengelolaan limbahnya. “Ketika sebuah pabrik beroperasi tentu ada pengawasan dari pemerintah, karena itu sudah berizin kan,” terangnya.

Dugaan pencemaran lingkungan dengan serbuk sabun atau deterjen ini menurutnya bukan persoalan sepele. Karena jika lingkungan di Cipicung sudah tercemar oleh deterjen, maka kesehatan warganya bisa terancam. “Kalau betul dari serbuk deterjen, otomatis bisa mengotori makanan juga kan, terutama di pedagang-pedagang,” ucapnya.

Apalagi menurutnya serbuk deterjen sangat berbahaya jika dikonsumsi. Sehingga bukan hanya bisa berdampak pada kesehatan, tapi juga keselamatan warga. “Bisa membahayakan nyawa juga kalau orang makan sabun kan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Warga Cipicung Kelurahan Tugujaya Kecamatan Cihideung dikejutkan dengan air hujan yang berbusa pada Kamis sore (27/2/2025). Hal itu diduga dampak dari pencemaran lingkungan dari pabrik sabun.

Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Lurah Tugujaya pun mengecek ke lokasi dan juga pabrik sabun yang diduga menjadi penyebab. Kendati demikian, belum ada kesimpulan apapun dari pengecekan tersebut.

Pengawas dari DLH Kota Tasikmalaya Apep Arief Rahman SKM mengatakan pihaknya sudah mengecek ke pabrik sabun sebagaimana indikasi dan dugaan dari warga. Kendati demikian, belum bisa diketahui secara pasti penyebabnya karena mesin produksi sedang tidak dioperasikan. “Sehingga kami belum menarik kesimpulan secara utuh,” katanya.

0 Komentar