Menurutnya dikala pandemi, semakin sulit saja peluang untuk bekerja. Bahkan rekan sejawatnya yang sudah bekerja pun banyak yang dirumahkan dan kini kembali ke kampung halaman. “Yang sudah di luar daerah, di Jabodetabek khususnya banyak yang pulang kena pemberhentian karena pandemi, di sini juga belum tentu banyak peluang kerja untuk lulusan seusia kami yang relevan dengan jurusan,” kata Deris.
Tidak hanya lulusan SMK, sulitnya mencari pekerjaan pun dirasakan alumnus perguruan tinggi. Popy Lasmiati (22), lulusan Universitas Siliwangi mengungkapkan mencari pekerjaan tidaklah mudah, khususnya di Kota Tasikmalaya. Banyaknya peluang bekerja justru berdatangan dari luar kota, sementara di Kota Resik relatif terbatas dan kuota penerimaan tidak begitu besar.
“Kalau di Kota Tasikmlaya sendiri sebenarnya ada banyak lowongan, hanya kebutuhannya tidak sebanyak di daerah-daerah yang lebih maju. Mungkin karena masih daerah berkembang dan industri belum masif di sini, mudah-mudahan adanya jobfair saya bisa dapat kerja di Tasik,” harap dia. (igi)
Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!
