UU: CEGAH HIV DENGAN POLIGAMI

UU: CEGAH HIV DENGAN POLIGAMI
Uu Ruzhanul Ulum Wakil Gubernur Jawa Barat
0 Komentar

Uu juga mendorong keluarga di Jabar agar memberikan dukungan bila ada anak di keluarganya yang ada keinginan menikah, maka didukung saja ketimbang terjadi hal yang tidak diharapkan di luar pernikahan. “Saya berharap kepada anak-anak muda kalau kebelet kawin saja, orang tua memberikan dukungan jangan dihalang-halangi, kalau dihalang semacam itu, khawatir lebih parah lagi (dampaknya),” katanya.

“Nikah muda juga belum tentu sengsara, berantakan, apalagi kalau nikahnya niatnya ibadah. Sekali pun sedang kuliah atau belum dapat kerja atau lainnya kalau sudah kebelet ya bagaimana,” sambung Uu.

Kemudian, kata Uu, melihat fenomena kaum ibu rumah tangga (IRT) yang juga banyak tertular HIV/AIDS, maka salah satu solusinya adalah agar suami tidak ‘jajan sembarangan’. Adapun bila suami tidak cukup dengan satu pasangan maka agama pun mengizinkan suami berpoligami, dengan syarat dan sejumlah catatan besar seperti harus mampu adil dan bijaksana.

Baca Juga:Pindang Gunung Jadi Ikon KulinerHarga Gabah Normal, Produksi Kurang

“Dari pada seolah-olah dia (suami) tidak suka begitu, tapi akhirnya kena (HIV/AIDS) ke istrinya sendiri, toh agama juga memberikan lampu hijau asal siap adil kenapa tidak? Makanya dari pada ibu kena (HIV/AIDS) sementara ketahuan suami seperti itu mendingan diberikan keleluasaan untuk poligami,” ucapnya.

Oleh karena itu, menurut Uu, sosok suami harus mampu berkomunikasi dengan istrinnya kalau memang merasa punya kemampuan untuk berpoligami. Namun, Uu mengaskan jika pernikahan harus dengan niat ibadah, apalagi nikah punya sejumlah kaidah, seperi kaidah menjaga turunan hingga kehormatan.

“Kalau perlu, masyarakat ingin nikah tidak ada biaya kenapa tidak, saya akan konsultasi dengan Pak gubernur untuk ada program (nikah masal) itu, kita kan pemerintah harus respons terhadap keinginan masyarakat, kalau perlu Pemprov Jabar mengadakan nikah masal bagi yang tidak punya biaya,” tuturnya.

Uu juga mengungkapkan bahwa kunci sukses rumah tangga adalah rasa saling memahami antara suami istri. “Dalam rumah tangga tidak ada manajemen yang pasti, hanya suami memahami istri, lalu istri memahami suami, termasuk memahami kebutuhan suami,” tutur Uu. (obi/rls/yfi)

0 Komentar