Faperta Unsil Tasikmalaya Optimalkan Produk Olahan Pertanian

Faperta
Tim Pengabdian Dosen Fakultas Pertanian Unsil Tasikmalaya yakni Dr Suhardjadinata Ir MP,Ade Hilman Juhaeni Ir MP, Gilang Vaza Benatar SP MSc, dan Rudhiana Salam SPd MM bersama peserta masyarakat di Kelurahan Mugarsari, Rabu (19/7/2023).
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dosen Fakultas Pertanian atau Faperta Universitas Siliwangi atau Unsil Tasikmalaya  optimalkan produk olahan pertanian masyarakat di Kelurahan Mugarsari melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan, Rabu (19/7/2023).

Hal itu adalah merupakan bagian dari pengabdian bagi masyarakat oleh Dosen Fakultas Pertanian Unsil Tasikmalaya yakni Dr Suhardjadinata Ir MP, Ade Hilman Juhaeni Ir MP, Gilang Vaza Benatar SP MSc, dan Rudhiana Salam SPd MM. Dibantu oleh mahasiswa Medi Muhammad Yusuf dan Muhammad Fadli Akbar

Ketua Tim Pengabdian  Dr Suhardjadinata Ir MP menyampaikan, Fakultas Pertanian Unsil melalui program pengabdian masyarakat berbasis kemitraan berupaya mengurai kendala yang dihadapi oleh warga Mugarsari dalam mengoptimalkan nilai produk olahan.

Baca Juga:Pengamat: Menjamur PKL Permanen, Kembalikan Fungsi Trotoar Jalan Ibu Apipah Kota Tasikmalaya!!!Dosen Unsil Tasikmalaya Pengabdian kepada Masyarakat, Ajarkan Optimalkan Ketahanan Pangan Lewat Hydroponic

Hasil itu, setelah melalui penjajakan survei yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa sejak Juni lalu di Kelurahan Mugarsari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, sehingga menjadi perhatian Fakultas Pertanian Unsil karena memiliki potensi daerah yang harus dikembangkan.

Dengan hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat Kelurahan Mugarsari memiliki potensi daerah berupa produk olahan hasil pertanian dan perikanan. Untuk hasil pertanian seperti singkong dan pisang dijadikan keripik dan hasil perikanannya dibuat bakso dan nugget.

Namun dari sisi produk olahan, masih belum optimal dan memiliki berbagai kendala, terutama terkait pengemasan dan pemasaran. “Oleh karenanya pengabdian ini menjadi misi utama Fakultas Pertanian Unsil yakni mewujudkan  peningkatan nilai tambah produk olahan pertanian yang dihasilkan oleh warga setempat. Caranya melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan,” katanya kepada Radar, Jumat (21/7/2023).

Dalam mewujudkan itu, pihaknya pun mengadakan penyuluhan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan masyarakat untuk mengembangkan potensi daerah yang ada. Sebab tanpa pengetahuan dan keterampilan yang memadai, potensi daerah sulit untuk dimanfaatkan secara optimal.

“Sehingga kita fokus untuk pentingnya peningkatan nilai tambah produk olahan pertanian sebagai upaya meningkatkan daya saing dan keuntungan bagi masyarakat lokal.  Itu agar hasilnya dapat berdampak positif bagi kelangsungan ekonomi dan lingkungan,”ujarnya.

0 Komentar