Dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Teliti Ketahanan Tenaga Kesehatan di Puskesmas Kota Banjar Selama Pandemi Covid-19, Ini Hasilnya!

Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Tim peneliti Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Dr Tetet Kartilah MKes, Mamat Purnama App SSos MPH, dan Sofia Februanti Ners MKep difoto bersama saat melakukan penelitian di salah satu puskesmas. (Istimewa for Radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya melaksanakan penelitian terhadap pengalaman tenaga kesehatan di puskesmas-puskesmas di Kota Banjar pada April hingga November 2022.

Arah penelitiannya fokus pada sejauh mana tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan di masa pandemi Covid-19 dikaitkan dengan ketahanan mereka dilihat dari tingkat kelelahannya.

Penelitian ini dilakukan oleh tim dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya yakni Dr Tetet Kartilah MKes, Mamat Purnama App SSos MPH dan Sofia Februanti Ners MKep.

Baca Juga:Ini Langkah Strategis Iwa Kurniawan Setelah Resmi Pimpin Muhammadiyah Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Kebersamaan, SMAN 1 Tasikmalaya Kurban 8 Ekor Sapi

Tujuannya untuk mengevaluasi pelaksanaan tatalaksana pandemi Covid-19, dengan orientasi pada ketahanan fisik dan psikis tenaga kesehatan di puskesmas yang menjadi ujung tobak dan memiliki peranan sangat penting dalam proses penyembuhan pasien Covid-19.

Penjelasan Tim Peneliti Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Perwakilan Tim Peneliti Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Mamat Purnama App SSos MPH mengatakan pandemi Covid-19 telah memberikan pengalaman besar untuk tenaga kesehatan di setiap tatanan pelayanan kesehatan, termasuk di tingkat puskesmas yang sebagai ujung tombak.

Pada awal pandemi, berdasarkan kajian Kemenkes tahun 2020, hanya 20 persen pasien terinfeksi yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Sedangkan 80 persen isolasi mandiri di rumah. Dengan demikian, untuk penanganan Penyakit Infeksi Emerging (PIE) Covid-19 lebih terfokus pada rumah sakit.

Namun dengan terjadinya peningkatan kasus, jumlah rumah sakit rujukan Covid-19 terus bertambah bahkan sampai didirikan rumah sakit darurat. Mengingat baik pemerintah pusat maupun daerah memiliki keterbatasan dalam pengembangan rumah sakit rujukan Covid-19.

”Dengan demikian, puskesmas pun dilibatkan bersama lintas sektor sebagai Tim Satgas Covid-19 kecamatan/desa/kelurahan untuk melakukan pengawasan dan pengendalian penyebaran Covid-19 sehingga bisa dikatakan sebagai garda terdepan dalam memutus rantai penularan Covid-19,” kata Mamat Purnama kepada Radartasik.id, Selasa 4 Juli 2023.

Dengan melihat kecepatan penyebaran kasus dengan segala masalahnya menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan di puskesmas dalam berbagai keterbatasan. Oleh karenanya, tim peneliti tertarik melakukan  penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif untuk mengkaji secara mendalam aktivitas tenaga kesehatan selama masa pandemi dan responsnya terhadap indikator-indikator kelelahan.

0 Komentar