Civitas Akademika Unsil Kembangkan Sistem Pengelolaan Daging Kurban, Demi Mewujudkan Masjid Berbasis IT

Unsil
Civitas Akademika Unsil kembangkan Sistem Pengelolaan daging kurban di Tasikmalaya, Sabtu (30/9/2023).
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Civitas Akademika Univeristas Siliwangi atau Unsil Tasikmalaya, melaksanakan Program Penerapan Iptek Kepada Masyarakat (PbM-PPIM) berupa sosialisasi dan penyuluhan terkait Penerapan Sistem Pengelolaan daging kurban berbasis Web.

Program tersebut dilaksanakan di Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Furqon dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Wutsqo yang berlokasi di Kampung Sindanggalih, Kahuripan, Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (30/9/2023).

Tim pengabdian masyarakat Universitas Siliwangi ini terdiri dari H. Acep Irham Gufroni, M.Eng, Andi Nur Rachman, M.T., Cecep Muhamad Sidik Ramdani, M.T., Rahmi Nur Shofa, M.T. Tim pengabdian tersebut membuat sistem yang dapat diakses dan dimonitor dari jarak jauh melalui smartphone.

Baca Juga:Program Setaman Cinta Tekan inflasi di Kota TasikmalayaBI Tasikmalaya Hadirkan Produk Pangan Murah, Menjaga Stabilitas Harga di Tengah Fenomena El-Nino

Salah satu anggota tim pengabdian Cecep Muhamad Sidik Ramdani MT mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk menghadapi perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Menurutnya, Penerapan sistem dan aplikasi dalam pengelolaan daging kurban ini bertujuan agar kegiatan kurban sebagai salah satu ibadah sunnah muakkadah dapat dikelola secara melembaga sesuai dengan syariat Islam. “Amanah, azas kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, terintegrasi dan akuntabilitas,” katanya kepada Radar, Minggu (8/10/2023).

Sehingga, lanjut dia, dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan daging kurban.

Ia juga menambahkan jika Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Furqon dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Wutsqo dipilih karena animo masyarakat dalam melaksanakan kurban lumayan tinggi. “Meskipun kalau dilihat dari tingkat kesejahteraan warganya merupakan warga menengah ke bawah,” bebernya.

Tiap-tiap DKM minimal tersiri dari tiga sapi kurban yang sebagian mudhohinya berasal dari warga DKM. “Pihak pengurus DKM sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian ini, dianggapnya sangat sejalan dengan program dari pihak DKM,” jelasnya.

Cecep mengatakan, secara umum tujuan dari sistem ini yaitu membantu mengelola, memonitor dan memberikan informasi lewat webiste terkait pengelolaan daging kurban yang dapat di akses melalui smartphone.

Aplikasi ini telah didukung sejumlah fitur. Fitur-fitur yang ada pada sistem tersebut diantaranya adalah fitur notifikasi dan fitur monitoring. Notifikasi disini berupa suatu keadaan dimana ketika kondisi ada data permintaan menjadi mudhohi dan informasi daging kurban telah diterima masyarakat, maka sistem akan mengirimkan suatu pesan kedalam smartphone. “Sedangkan fitur monitoring merupakan sebuah menu tampilan dashboard secara real time,” ungkapnya.

0 Komentar