Orang Baik yang Terus Berbuat Baik

TERUS BERBUAT BAIK. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Darjana memiliki prinsip hidup menjadi orang baik. Dia pun terus melakukan kebaikan.

Prinsip hidupnya menjadi orang baik. Karena, barangsiapa yang mengerjakan kebaikan, maka akan mendapatkan tambahan kebaikan.

Begitulah Darjana (52). Prinsip tersebut terus dipegang Kepala Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya ini sampai saat ini.

Sejak kecil, pria kelahiran Bandung, 2 Agustus 1968 itu mendapatkan didikan disiplin dari sang ayah. Tak jarang Darjana mendapatkan ”hukuman” karena berbuat salah. Itu menjadi pelajaran baginya. Dia tumbuh menjadi pribadi kuat, disiplin dan memahami hak dan kewajiban.

”Karena latar belakang ayah tentara angkatan 1945, saya didik dengan kedisiplinan yang ketat. Ketika mendapatkan kesalahan pun mendapatkan hukuman yang membuat semakin dewasa,” katanya kepada Radar di ruang Kepala Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya, Kamis (18/3/2021).

Sedangkan, didikan sang ibu, Darjana diharuskan belajar untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik.
Karena Darjana mencintai Bandung, dia menempuh pendidikan dari sekolah dasar hingga sarjana di Kota Kembang.

“Ibu ingin anak-anaknya selalu sekolah yang bagus dan terjangkau. Hasilnya pada kelas 5 SD saya pernah diancam ibu agar memiliki nilai yang baik, sedangkan kalau tidak bagus bisa-bisa berhenti melanjutkan sekolah,” ujarnya anak kelima dari enam bersaudara itu.

“Kemudian, karena beruntung dilahirkan di sini (Jawa Barat, Red), sehingga bisa menikmati fasilitas pendidikan yang lengkap. Hasilnya pun terus menempuh pendidikan sampai sarjana,” kata alumnus sarjana Teknik Mesin dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1988 ini.

Lulus S1, dia bercita-cita ingin kerja di Bandung. Ia pun memilih menjadi konsultan di UMKM Koperasi ITB dan lembaga swadaya kemasyarakatan sebagai survei dampak ekonomi dan sosial.

“Awal bekerja ini hanya mengalir saja yang penting di Bandung sehingga pengalaman saya pernah di koperasi dan LSM (non-governmental organization, Red),” ujarnya menjelaskan.

Saat usia bertambah, Darjana pun sadar harus memulai memiliki penghasilan rutin yang cukup besar. Itu agar dia tidak korupsi. Awalnya, dia tertarik berkarier di PT Telkom. Namun saat itu pendaftarannya sudah tutup. Dia mendengar ada lowongan karier di Bank Indonesia (BI). Ia pun mencoba mendaftar.

“Tahun 1996 saya mendapatkan informasi rekrutmen pegawai BI dari teman saya. Setelah mendaftar dan tes ternyata saya gagal,” katanya menceritakan.

Berpengalaman pertama kali masuk BI gagal, pada tahun 1997 pun Darjana mengikuti kembali. Akhirnya bisa lolos juga berkat usaha dan mendapatkan doa dari orang-orang tercinta.

“Kuncinya saya diterima adalah adanya doa dari keluarga tercinta. Dampaknya ketika bekerja di BI harus terus berbuat baik dan terapkan kredibilitas tinggi,” ujar suami Yanti Rismawati ini.

Setelah diangkat di BI pada tahun 1998, Darjana pun mengembangkan etos kerjanya. Karena ia mengetahui kerja di BI harus disiplin dan tekun sehingga harus tertib dan teratur.

“Kerja di sini (BI) mendapatkan chemistry yang pas. Mungkin karena didikan orang tua yang mengutamakan disiplin sehingga tidak ada kendala,” kata dia menjelaskan.

Ia pun semakin menyenangi bekerja di BI, karena sesuai dengan cita-cita orang tuanya yaitu meningkatkan kapasitas keilmuannya.

“Senang bekerja di BI karena ideal untuk pengembangan sumber daya manusia, seperti berkesempatan mendapatkan beasiswa sekolah banyak hingga keluar negeri,” ujar pria murah senyum ini.

Agar mendapatkan kesempatan melanjutkan sekolah di luar negeri dengan beasiswa BI, Darjana menyiapkan persyaratan. Satu diantaranya adalah TOEFL dengan standarnya 560 poin.

“Agar bisa bersekolah mendapatkan beasiswa ke Amerika Serikat, saya mengikuti pelatihan dan ujian TOEFL dari uang gajian.

Hasilnya pertama kali memang gagal dan terus melakukan perjuangan kembali bisa mendapatkan nilai TOEFL 564 poin,” kata dia sambil mengingat.

Karena ia ingin mendapatkan kampus bagus di Amerika Serikat, Darjana memilih University of Illinois at Urbana Champaign, Amerika. Di negara Paman Sam itu, dia kuliah (S2) Master of Science in Policy Economics.

Pada tahun 2002, ia lulus dari University of Illinois at Urbana Champaign, sehingga mendapatkan pengalaman, ilmu dan uang pembinaan.

“Keinginan sekolah ini bentuk warisan dari ibu untuk memiliki cita-cita sekolah setinggi-tingginya dan terbaik,” ujarnya sambil mengenang.

Meski memiliki gelar bergengsi dari kampus terbaik di Indonesia dan Amerika, Darjana tetap menjadi pribadi rendah hati.

Sejak bertugas pertama kali di BI pada bagian Urusan Biro Kredit hingga saat ini menjadi Kepala Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya, dia tetap ramah, kerja cerdas, kerja tuntas dan bertanggung jawab.

“Walau bekerja di BI, saya tetap menjaga passion saya yang humble dan enjoy ke semua orang,” katanya menjelaskan.

Ketika menjadi pemimpin, dia tetap egaliter. Dia menghormati rekan kerja bukan melihat pangkat ataupun jabatannya.

“Karena saya melihat ketika sudah pensiun nanti, itu akan sama. Yang nanti dikenang jasa perbuatan baiknya, selagi bisa harus berbuat baik harus bisa membatu orang,” ujarnya ramah. (riz)

Be the first to comment on "Orang Baik yang Terus Berbuat Baik"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: