Divaksin dan Tidak Terasa Apa-Apa

IKUT VAKSINASI. Pelaksana Tugas Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf saat akan menuju ruangan untuk vaksinasi di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Sabtu (20/2/2020). Foto bawah, Yusuf saat mendapatkan suntikan pertama vaksin Sinovac.

TASIK – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya H Muhammad Yusuf melaksanakan vaksinasi Covid-19 di Gedung Rawat Inap Mitrabatik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soekardjo Kota Tasikmalaya Sabtu (20/2/2021).

Vaksinasi untuk Plt Wali Kota Tasikmalaya dilaksanakan di tempat isolasi khusus dengan melibatkan banyak tim dokter.

Plt Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengatakan, setelah mendapatkan vaksin, dia tidak merasakan apa pun. Bahkan tidak merasa sakit saat disuntikkan vaksin.

”Karena tadi penggunaan jarum suntuknya kecil, merasa sakit disuntik insulin, karena saya suka menyuntikkan insulin sendiri,” kata Yusuf usai pelaksanaan vaksinasi di RSUD dr Soekardjo Sabtu (20/2/2021).

Bahkan, saat diobservasi, Yusuf tidak merasakan gejala apa pun. ”Alhamdulillah kondisi normal, tidak terasa apapun,” katanya.

Menurut dia, Yusuf akan mendapat suntikan vaksin kedua satu bulan ke depan. Itu khusus untuk lansia atau di atas 60 tahun.

”Kalau yang lain kan 14 hari, karena usia saya sudah di atas 60 tahun penyuntikan kedua satu bulan baru bisa disuntik vaksin kembali,” kata dia menjelaskan.

Yusuf berharap, program vaksinasi Covid-19 untuk usia lanjut itu, tidak usah takut, karena tidak ada gejala apa pun setelah divaksin.

”Malah sangat bagus untuk perlindungan diri dari wabah Covid-19 ini. Kebetulan lagi saat tari divaksin tadi tensi dari sedang bagus. Walau kemari saat cek kesehatan gula darah sedang naik,” katanya.

Sekali lagi, dia meminta, khususnya masyarakat yang sudah lanjut usia untuk tidak takut mendapatkan vaksin Covid-19.

”Karena tadi juga saat saya vaksin banyak lansia yang mengikuti vaksinasi, sekitar ada 40 orang lebih terutama, para dokter senior,” ujar dia.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tasikmalaya dr Polar Sulmi SpOg mengatakan, proses atau pun vaksin Covid-19 yang diberikan kepada kelompok lansia ini tidak ada perbedaan.

”Vaksinnya sama seperti vaksin Covid-19 yang diberikan kepada usia 18-60 tahun,” kata dia menjelaskan.

Indonesia Gunakan Banyak Vaksin

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyatakan Indonesia akan menggunakan banyak vaksin Covid-19. Termasuk vaksin Merah Putih yang saat ini masih tahap uji klinis.

“Uji klinis kan harus tiga tahap. Mudah-mudahan berhasil dan dapat digunakan secara aman,” katan Muhadjir, Jumat (19/2/2021).

Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk memperbanyak alternatif dari vaksin Covid-19 di Indonesia. Sebab, pemberian vaksin kepada masyarakat masih dalam tahap awal.

Menurut dia, untuk pemberian vaksin kepada masyarakat tahap kedua masih menggunakan vaksin Sinovac.

Yakni vaksin yang juga digunakan pada tahap pertama.
“Tahap kedua masih pakai Sinovac. Kita kan mengejar waktu. Sinovac akan terus digunakan sambil menunggu vaksin lainnya,” kata dia menjelaskan.

Dia memastikan vaksin yang digunakan telah mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Tidak semua pakai Sinovac.

Karena banyak vaksin yang akan digunakan oleh pemerintah. Selama itu pula, disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) harus tetap dilakukan,” kata dia. (ujg/rh/fin)

[/membersonly]

#Satgascovid19 #Ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Be the first to comment on "Divaksin dan Tidak Terasa Apa-Apa"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: