Ulama Pemersatu Telah Pergi

Syekh Ali Jaber

JAKARTA – Ulama pemersatu umat dan penyejuk, Syekh Ali Jaber telah berpulang ke Sang Pencipta. Duka yang mendalam pun dirasakan seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Ulama kelahiran Madinah, Arab Saudi, 3 Februari 1976 meninggal dunia di Rumah sakit Yarsi, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) pagi.

Usai disalatkan di masjid kawasan Pondok Pesantren Tahfiz Daarul Quran, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, jenazah ulama kondang itu dimakamkan di pemakaman keluarga Ustaz Yusuf Mansur sore harinya (kemarin, Red).

Al Hasan Ali Jaber, sang putra mengatakan almarhum memiliki pesan kepada keluarga. Dia selalu mengingatkan agar anak-anaknya selalu menjaga salat dan menjaga ibunya.

“Pesannya dari dulu selalu jaga salat, jaga salat, jaga salat, jangan tinggalkan salat karena salat itu tiang agama. Terus jangan lupa jaga ibu dan keluarga,” ujar Al Hasan Ali Jaber, Kamis (14/1).

Al Hasan mengaku tak memiliki firasat apapun sebelum kepergian sang ayah. “Kalau firasat tidak ada sama sekali,” terangnya.

Dia juga mengungkapkan semasa hidup Syekh Ali Jaber tidak pernah memintanya untuk meneruskan pekerjaan sebagai seorang pendakwah. Pesan almarhum kepada dirinya untuk tetap selalu menjaga salat dan tidak meninggalkan salat.

“Belum ada, cuman yang selalu beliau pesan itu jaga salat, karena insya allah kalau salat lancar maka hidup akan dipermudah, terus jangan lupa mengkhatamkan Alquran,” lanjutnya.

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menyampaikan ungkapan duka citanya atas kepergian Syekh Ali Jaber.

“Saya mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya Syekh Ali Jaber, seorang ulama kharismatik yang dakwahnya sejuk dan menenangkan, jangkauan dakwahnya sangat luas serta selalu memotivasi umat untuk terus bersatu dalam ketakwaan kepada Allah SWT,” katanya.

“Semoga Almarhum Syekh Ali Jaber beserta para ulama dan kyai diterima di sisi Allah SWT dalam keadaan husnul khotimah,” tambahnya.

Ma’ruf berpesan agar seluruh ulama dan umat Islam meneruskan perjuangan dan dakwah Syekh Ali Jaber yang membawa perdamaian.

“Mari kita lanjutkan dakwahnya dengan membawa ajaran yang menyejukkan dan menenangkan,” ujarnya.

Sementara Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla mengenang Syekh Ali Jaber sebagai pendakwah yang berdedikasi tinggi dalam menyebarkan ajaran Islam.

“Almarhum telah berdakwah dari masjid ke masjid di seluruh Indonesia,” katanya.

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia ini mengatakan dalam setiap dakwahnya, almarhum selalu menyampaikan secara teduh, sejuk dan mengajak umat ke jalan yang benar.

“Kepergiannya merupakan suatu kehilangan yang besar bagi umat Islam di Indonesia,” tambahnya.

DOAKAN. Ustaz Yusuf Mansur memimpin doa saat jenazah Syekh Ali Jaber meninggalkan RS Yarsi Cempaka Putih, Jakarta, Kamis (14/1). Almarhum Syekh Ali Jaber disalatkan di Masjid kawasan Pondok Pesantren Tahfiz Daarul Quran, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, jenazah ulama kharismatik itu dimakamkan di pemakaman keluarga Ustaz Yusuf Mansur.

Bagi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku merasa kehilangan atas meninggalnya Syekh.

“Innalilahi wa inna ilaihi raji’un. Kita kehilangan tokoh penyejuk dan pemersatu umat. Ulama besar Syekh Ali Jaber wafat hari ini,” kata Mahfud dalam akun Twitternya.

Menurutnya, almarhum menjadi penyambung aspirasi antara umat dan pemerintah.

“Beliau adalah sahabat baik saya. Karena rendah hati, beliau memanggil saya ‘Guru’ atau ‘Ayah’,” tulis Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengatakan Syekh memiliki keinginan untuk mencetak sejuta penghafal Al-Qur’an di tanah air.

“Guru, saya mau mencetak sejuta penghafal Qur’an. Tanah dan modal untuk gedung sudah mulai terkumpul; mohon dukungan proses perizinan,” kata Mahfud menirukan perkataan Syekh Ali Jaber.

Jasanya untuk Indonesia, menurut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, sangat besar. “Jasa almarhum sangat besar dalam dakwah di Indonesia,” katanya.

Kepergian Syekh, menurutnya menjadi kehilangan besar bagi umat Islam dan masyarakat di Indonesia.

“Mereka adalah panutan umat, tempat masyarakat belajar agama. Selama ini, almarhum juga terus mengedukasi umat tentang pencegahan Covid-19,” kata dia.

Syekh Ali Jeber menurut Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas merupakan sosok yang dicintai umat karena berakhlak mulia dan baik hati.

“Apalagi hidupnya dia isi dan dia penuhi untuk mengabdi kepada umat dan bangsa serta kepada ilahi robbi,” katanya.

Jasa Ali kepada umat tidak terkira karena menyadarkan umat mengenai tugas dan fungsinya agar tidak lupa berbakti dan beribadah kepada Allah SWT.

“Ini sudah jelas suatu pekerjaan yang baik dan sangat mulia di mata manusia dan di sisi Allah SWT,” katanya.

Pria bernama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber meninggal dunia di RS Yarsi, Jakarta Pusat, Kamis (14/1) pukul 08.30 WIB.

Manajer Humas dan Pemasaran RS Yarsi, Elly M Yahya, mengatakan Syekh Ali Jaber meninggal setelah negatif Covid-19.

Diakuinya, Syekh Ali mendapatkan perawatan di RS Yarsi sejak 19 hari lalu dalam keadaan terkonfirmasi positif Covid-19.

Pada minggu kedua perjalanan perawatan medisnya, RS Yarsi telah melakukan tes PCR terhadap Syekh Ali Jaber. “Kemarin kami sudah melakukan PCR, dan hasilnya negatif,” kata Elly.

Sejak memberikan pelayanan perawatan, RS Yarsi mengaku telah memberikan segala upaya yang maksimal kepada Syekh Ali Jaber. (gw/fin)

Be the first to comment on "Ulama Pemersatu Telah Pergi"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: