Golok Galonggong yang Mendunia

BERKUALITAS. Pemilik Pandai Besi Golok Galonggong H Adang Kusmawan saat menunjukkan Golok Galonggong. Saat ini Golok Galonggong menembus pasar dunia.

Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya adalah masyarakat kreatif. Banyak produk unggulan lahir dari masyarakat di timur Jawa Barat ini. Hasil kreativitas masyarakat Tasikmalaya adalah Golok Galonggong.

Golok Galonggong adalah produk unggulan di Jalan Banjar Kampung Galongong Desa Cilangkap Kecamatan Manonjaya.

Kualitas golok diakui masyarakat global. Bahkan sudah diekspor ke Malaysia, Eropa dan Amerika Serikat.

Salah seorang pemilik Pandai Besi Golok Galonggong H Adang Kusmawan menjelaskan memproduksi berbagai jenis golok. Mulai golok hiasan dan untuk dipakai sehari-hari.

“Jenisnya golok tani, pisau dapur, keris hiasan, belati tanduk kijang, bedog silat, bedog sinaga, kujang mini amsat duduk, bedog cepot, semuari kombinasi dan lainnya. Setiap bulannya kita bisa membuat 300 potong golok,” ujarnya kepada Radar.

Saat ini konsep pembuatan dan bahan baku golok beda dengan sebelumnya. Pasalnya saat ini selain menggunakan bahan baku baja lokal, juga menggunakan baja impor.

“Biasanya bahan baku impor itu untuk pesanan, karena selain kualitas dan ketajaman pun sudah tidak diragukan lagi, karena besinya buatan Jerman,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga membuat berbagai macam pegangan dengan hiasan yang cantik.

Bahan yang digunakan mulai dari tanduk kayu dan lainnya disesuaikan dengan permintaan pasar.

“Kalau dulu kebanyakan tanduk, baik kerbau maupun sapi dan kayu sumatera seperti julang. Saat ini bermacam kayu digunakan, seperti dari Kalimantan, Papua dan tergantung permintaan juga,” kata dia.


Saat ini, lanjut dia, harga satu golok tergantung ukiran dan kualitas bahan besi yang digunakan.

“Bahkan satu buah ada yang mencapai Rp 5 juta. Untuk penjualan tidak sama seperti dulu yakni hanya mengandalkan pasar, kini selain pasar juga penjualan melalui online, sehingga bisa mencakup seluruh dunia, bahkan untuk pesanan banyak yang dari luar negeri juga,” kata Adang.

Adang bersyukur selain kualitas bahan dan ukiran Golok Galongong tidak kalah dengan golok daerah lainnya, seperti daerah Bali.

“Upaya itu terus kami lakukan agar golok yang menjadi produk unggulan Kabupaten Tasikmalaya kualitasnya tetap menjadi nomor satu.

Dan upaya itu terus adanya pelatihan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tasikmalaya,” katanya.

Adang mengapresiasi saat ini Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus berupaya untuk membuat hak paten Golok Galongong, supaya tidak ada yang mengklaim asal usul dan modelnya.

“Memang sudah seharusnya hak paten ini ada agar tidak ditiru oleh daerah lain,” kata dia.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya fokus dalam pengembangan produksi kerajinan pandai besi sebagai produk unggulan daerah.

Saat ini pandai besi yang menjadi industri unggulan terdapat empat sentra dengan 323 unit usaha dan mampu menyerap tenaga kerja 1.664 orang.

Dari keempat tersebut, salah satu produknya Golok Galonggong Jaya di Jalan Banjar Kampung Galongong Desa Cilangkap Kecamatan Manonjaya.

Kualitas golok ini sudah terkenal di berbagai daerah dan menjadi produk industri unggulan Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam setahun, industri ini mampu membuat 19.200 golok berbagai jenis dan model. Produksi Golok Galonggong tersebar di tiga kecamatan dan empat desa. Sejauh ini, pemasarannya dari pasar lokasi sampai ekspor ke Malaysia, Jerman dan Amerika.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Dr H Mohamad Zen mengatakan, kerajinan pandai besi saat ini sudah sangat mumpuni dari segi tenaga dan kreativitas produk yang dihasilkan.

Tinggal saat ini lebih meningkatkan kualitas dan produksinya. “Kami akan dorong memproduksi lebih bagus lagi agar sesuai permintaan pasar,” kata dia.


Maka dari itu, kata dia, pandai besi sendiri juga menjadi fokus pemerintah dalam peningkatan kualitasnya.

“Karena untuk kualitas produk sangat dibutuhkan dalam pandai besi ini agar apa yang menjadi permintaan pasar terpenuhi,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tasikmalaya Drs H Nana Rukmana MM mengatakan, sentra kerajinan pandai besi di Kabupaten Tasikmalaya sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan, bahkan produknya sudah menjadi unggulan. Apalagi kerajinan Golok Galongong ini sudah dikenal hingga mancanegara.

“Makanya produk kerajinan pandai besi ini menjadi fokus dalam pengembangan kita untuk lebih baik lagi,” kata dia.

Saat ini, kata dia, pemerintah terus mengembangkan industri kecil menengah (IKM), baik dari segi pemasaran, peningkatakan kualitas produk dan lainnya.

“Bahkan kami saat ini fokus dalam pemasaran online agar bisa diakses seluruh dunia,” kata dia.

Tidak hanya itu, untuk mengenalkan produk kerajinan besi ini, pemerintah memfasilitasi IKM agar bisa memamerkannya di event-event, baik tingkat kabupaten maupun nasional.

“Ini kita kerja sama dengan Dekranasda, itu salah satu upaya dalam mempromosikan produk unggulan Kabupaten Tasikmalaya,” kata dia.


Menurutnya, pemasaran saat ini harus mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan konsumen. Makanya pemasaran perlu dikembangkan melalui online.

“Promosi dan penjualan online juga sangat menjanjikan, bahkan bisa meningkatkan penjualan sehingga produksi pun meningkat.

Untuk dampak sendiri bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nana.

Kemudian, kata dia, karena Golok Galonggong sudah dikenal ke mancanegara dan pemasarannya ekspor.

Pemerintah daerah akan membuat hak paten, sehingga tidak bisa diklaim oleh daerah lain. Apalagi saat ini untuk golok kualitasnya sudah semakin bagus.

“Itu sedang terus kami upayakan, karena para pengusaha kerajinan pandai besi ini belum memiliki hak paten,” katanya.

Nana berharap dengan adanya hak paten itu tidak bisa ditiru dan diakui oleh daerah lain.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini hak paten ini bisa keluar dan ditetapkan,” harap Nana. (ujg)

Be the first to comment on "Golok Galonggong yang Mendunia"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: