Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan Harus Ditingkatkan

OPERASI YUSTISI. Petugas gabungan TNI-Polri dan instansi pemerintah melaksanakan Operasi Yustisi di simpang empat Cikembulan Kecamatan Sidamulih, Minggu (6/12/2020) pagi.

PANGANDARAN – Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, masih belum memuaskan.

Berdasarkan dari data Satuan Tugas Pusat, pemantauan kedisiplinan protokol kesehatan yang dilakukan sejak tanggal 18 November 2020, grafiknya sempat mengalami fluktuasi di sekitar Minggu ke-4 November.

“Sangat disayangkan, bahwa trennya terus memperlihatkan penurunan terkait kepatuhan individu dalam memakai masker, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Hal ini bertepatan dengan periode libur panjang tanggal 28 Oktober-1 November 2029,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito di Graha BNPB, Jakarta dilansir situs resmi Covid19 baru-baru ini.

Tren penurunan tersebut terpantau terus berlanjut pada 27 November 2020. Di mana persentase kepatuhan untuk memakai masker ialah 58,32 persen.

Sedangkan untuk menjaga jarak persentasenya ialah 43,46 persen. Dari data tersebut, dapat disimpulkan, bahwa liburan panjang merupakan momentum pemicu utama penurunan kepatuhan disiplin protokol kesehatan.

Lalu, dari peta zonasi kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak, dari data 512 kabupaten/kota yang masuk, hanya kurang dari 9 persen kabupaten/kota yang patuh dalam memakai masker.

Dan yang lebih mem­prihatinkan, kurang dari 4 persen kabupaten/kota yang patuh dalam menjaga jarak.

Jika masyarakat semakin lengah dalam menjalankan protokol kesehatan seperti yang ditunjukkan dalam tiga periode libur panjang, maka akan meningkatkan penularan. Dan apabila dilakukan testing dan tracing, maka kasus positif akan meningkat.

“Jika terus seperti ini, maka sebanyak apapun fasilitas kesehatan yang tersedia tidak akan mam­pu menampung lonjakan yang terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, di Kabupaten Pangandaran, puluhan personel gabungan TNI-Polri dan instansi pemerintah melaksanakan Operasi Yustisi di simpang empat Cikembulan Keca­mat­an Sidamulih, Minggu (6/12/2020) pagi.

Operasi tersebut dipimpin oleh Kapolsek Sidamulih Iptu Asep Setiawan Prayatna. Ada delapan personel Polsek Sidamulih, empat anggota Koramil 1320/Pangandaran, lima anggota Satpol PP, dan tiga petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kapolsek Sidamulih Iptu Asep Setiawan Prayatna mengatakan, operi itu dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Harapannya masyarakat semakin saudara akan pentingnya mengikuti protokol kesehatan di kehidupan sehari-hari pada masa pandemi.

“Dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan khususnya 3M: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta tidak berkerumun menjadi kunci kita bersama memutus rantai penyebaran Covid-19,” kata Iptu Asep.

Iptu Asep menjelaskan, dalam Operasi Yustisi kali ini petugas gabungan menindak puluhan warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan khususnya yang tidak menggunakan masker.

Mereka yang melanggar tentunya diberikan tindakan langsung mulai dari teguran hingga sanksi sosial.

“Sebanyak 14 warga kami berikan teguran tertulis, 4 orang sanksi sosial mengucap Pancasila dan 10 orang sanksi fisik berupa push up,” tuturnya.

Iptu Asep berharap masyarakat dapat selalu meng­gu­nakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Sebab penggunaan masker salah satu cara yang paling efektif dan efisien agar ter­hindar dari paparan virus corona. (isr/snd)

Be the first to comment on "Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan Harus Ditingkatkan"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: