Pondok Pesantren Diminta Tingkatkan Protokol Kesehatan

CEGAH PENULARAN. Petugas melakukan penyemprotan desinfeksi di kantor Badan Kesbangpol dan Puskesmas Kahuripan sebagai upaya mencegah penularan Covid-19, Rabu (11/11).

TASIK – Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta pondok pesantren untuk meliburkan santri, ketika ada muncul klaster penularan. Sementara untuk pesantren yang non klaster masih boleh beroperasi.

Wakil Gubernur Jawa Barat, H Uu Ruzhanul Ulum mengaku prihatin dengan adanya klaster Covid-19 di beberapa pesantren.

Namun, pihaknya tidak serta merta menghentikan aktivitas di seluruh pesantren. “Tidak ada kebijakan ke situ (menutup pesantren non klaster, Red),” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (11/11).

Baca selengkapnya/berlangganan , disini

Be the first to comment on "Pondok Pesantren Diminta Tingkatkan Protokol Kesehatan"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: