TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID—Profesionalitas seleksi pimpinan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tasikmalaya bukan hanya soal transparansi. Independensi tim penguji pun menjadi kunci penting dalam profesionalisme seleksi.
Pendaftaran peserta seleksi pimpinan Baznas Kota Tasikmalaya masih terbuka hingga Selasa 10 November 2026. Kendati demikian, sejumlah nama tokoh dengan berbagai latar belakang sudah muncul membuat persaingan cukup ketat.
Berdasarkan data sementara, belasan nama sudah muncul di Sistem Informasi Manajemen Zakat (Simzat). Mereka merupakan figur-figur yang cukup dikenal di Kota Tasikmalaya dengan berbagai latar belakang.
Baca Juga:GERINDRA DAN KDM: SIAPA MEMBUTUHKAN SIAPA?Kuda Hitam Gerindra!
Beberapa di antaranya merupakan tokoh agama dan praktisi bidang pendidikan. Ada juga yang memiliki latar belakang aktif di partai politik, termasuk menjadi calon legislatif di Pileg 2024 lalu di beberapa partai.
Ketua GP Ansor Bungursari Muhammad Asep Ramdan Al Qusaeri mengatakan bahwa profesionalisme penentuan calon pimpinan Baznas bukan sebatas transparansi. Pemilihan tim seleksi yang independen pun menjadi kunci penting yang tidak bisa dipungkiri. “Kalau tim seleksinya kurang pas, justru bisa jadi polemik,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (8/11/2026).
Dalam penjaringan pimpinan baznas, tim seleksi terdiri dari beberapa unsur di antaranya Pemkot, Kemenag dan unsur masyarakat. Dalam hal ini, unsur masyarakatlah yang terbilang rawan. “Biasanya kan dari ulama, akademisi dan lain-lain, ini harus dipastikan steril dari unsur yang bisa membuat profesionalismenya terganggu,” ujarnya.
Maka dari itu, panitia harus cermat dalam menentukan tim seleksi, termasuk mengekspos nama-nama mereka.. Supaya tidak ada persepsi negatif yang bisa merusak kualitas penjaringan. “Sebisa mungkin yang benar-benar independen,” tuturnya.
Pasalnya, dalam hal administrasi beberapa hal masih bisa disiasati supaya bisa lolos, khususnya soal keanggotaan di partai politik. Di mana hal itu bisa selesai dengan pengunduran diri dari partai. “Statusnya sudah tidak lagi di partai, tapi kan afiliasi politiknya belum tentu, tapi secara administrasi ya sah-sah saja,” ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Pansel Pimpinan Baznas Kota Tasikmalaya sekaligus Asda 1 Ade Hendar mengatakan bahwa proses pendaftaran masih terbuka sampai tanggal 10 November 2026. Namun hingga 5 November 2026, yang sudah masuk dalam Simzat ada 15 orang. “Ini baru jumlah sementara, sampai pendaftaran ditutup masih bisa bertambah,” ungkapnya kepada Radar, Kamis (5/11/2026).
