UMB Campuspreneur from Lokal to Global Asah Kemampuan Mahasiswa di Bidang Ekspor

Campuspreneur Tasikmalaya
Acara kuliah umum UMB Campuspreneur from Lokal to Global, yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia bekerja sama dengan Anggota DPR RI Komisi VI, Muhammad Husein Fadlulloh, B.Bus., M.M., M.B.A, Sabtu (7/11/2026). (dok. UMB)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Tantangan ekonomi masa depan tidak lagi sekadar menuntut lulusan perguruan tinggi untuk mahir menyusun resume dan mengantre di bursa kerja. Menghadapi era kompetisi yang semakin ketat, paradigma mahasiswa harus bergeser secara radikal dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) memanfaatkan potensi lokal untuk menembus pasar internasional.

Semangat transformatif inilah yang mengemuka dalam Kuliah Umum dan Sosialisasi Kebijakan Program Pengembangan Ekspor bertajuk “Campuspreneur: From Local to Global” yang digelar di Universitas Mayasari Bakti, Tasikmalaya. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 7 November 2026 bertempat di Lantai 4 Aula Universitas Mayasari Bakti ini, merupakan hasil kolaborasi strategis antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Komisi VI DPR RI dan Universitas Mayasari Bakti Tasikmalaya.

Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Sugih Rahmansyah, S.E., MM., menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tengah menikmati masa keemasan bonus demografi, di mana sekitar 65% hingga 68% total populasi berada pada rumpun usia produktif (15–64 tahun) hingga tahun 2045. Secara makroekonomi, setiap peningkatan 1% penduduk usia produktif mampu mendongkrak pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita sebesar 1,5%. Namun, potensi mentah ini akan menjadi bencana sosial jika tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah wirausaha baru.

Baca Juga:STC MORO UDANG: Vespa Tua Menjemput Udang Segar di CikalongPohon Tumbang di Jalan Cinehel Timpa Dua Kios, Atap 15 Bangunan Ikut Rusak

Sehingga ekosistem kampus harus diubah menjadi inkubator bisnis yang agresif. Saat ini, kontribusi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia terhadap ekspor nasional baru menyentuh angka 15,7%. Angka ini masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Thailand yang mencapai 29%, Singapura sebesar 41%, atau Tiongkok yang telah mendominasi di angka 60%.

Rektor Universitas Mayasari Tasikmalaya, Dr. Yusuf Abdullah, SE., MM., menyampaikan pandangan mendalam mengenai definisi riil dari seorang pengusaha di lingkungan akademik.

“Campuspreneur adalah sebuah mindset, kemampuan tajam untuk melihat masalah di lingkungan sekitar sebagai sebuah peluang bisnis yang bernilai tinggi. Kampus adalah inkubator alami terbaik di dunia. Di kampus mahasiswa memiliki akses tanpa batas ke mentor yaitu para dosen, teman sekelas, dan pasar uji coba langsung dari mahasiswa. Jangan sia-siakan aset berharga ini,” ujar Yusuf dengan penuh semangat.

0 Komentar