Beredar Tawaran Umrah Murah di Tasikmalaya, Jemaah Jangan Mudah Tergiur

Kepala Kemenhaj Husna Mustopa
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Tasikmalaya, Husna Mustopa
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Maraknya promosi perjalanan ibadah umrah melalui pesan singkat dan WhatsApp mulai meresahkan masyarakat. Beragam penawaran dengan iming-iming harga murah hingga skema pembayaran cicilan terus bermunculan. Bahkan, promosi tersebut kerap masuk tanpa diminta dan dikirim berulang kali.

‎‎Seperti dialami Enung Nuraeni (56). Mengaku pernah menerima penawaran umrah dari salah satu biro perjalanan dengan skema pembayaran cicilan. Dalam penawaran tersebut, calon jemaah cukup membayar uang muka atau down payment (DP) sebagai tanda awal pendaftaran. Besaran DP disebut-sebut bisa disesuaikan dengan kemampuan calon jemaah.

“Jadi begini, misalnya biaya umrahnya itu Rp30 juta, nah kita sebagai calon jemaah bayar DP saja. Nominalnya tergantung kita punya berapa. Bisa Rp5 juta, ada juga yang Rp3 juta,” terangnya.

Baca Juga:Kuda Hitam Gerindra!Membaca Manuver Amir Mahpud: Herdiat-Dony untuk 2029, KDM ke Mana?

‎‎Tak hanya uang muka, pihak travel juga menawarkan keleluasaan dalam menentukan jangka waktu pelunasan. Sisa biaya perjalanan dapat dibayar secara bertahap sesuai kesepakatan. Bahkan, calon jemaah yang berhasil mengajak orang lain disebut-sebut berpeluang mendapatkan bonus.

“Ya, uang DP yang tadi itu tergantung kesanggupan nyicilnya mau berapa lama. Kayak angsuran saja, Pak. Jemaah bebas pilih, bahkan kalau bisa bawa jemaah lain katanya dapat bonus,” kata dia.

‎‎Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Tasikmalaya, Husna Mustopa mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur berbagai penawaran perjalanan umrah, terutama yang menawarkan harga jauh di bawah kewajaran.

‎‎Menurut dia, calon jemaah harus memastikan biro perjalanan yang dipilih memiliki izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dari Kementerian Agama. Selain legalitas, masyarakat juga diminta memastikan kejelasan fasilitas perjalanan, mulai dari tiket keberangkatan dan kepulangan, visa hingga keberadaan mutawif atau pendamping jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Pastikan juga tiket pulang perginya, termasuk visa dan mutawif atau pendampingnya. Karena, kemarin ada kejadian sekelompok jemaah yang bisa berangkat tapi gak bisa pulang, akhirnya terlantar,” kata Husna.

‎‎Dia juga menyarankan masyarakat memilih biro perjalanan yang memiliki kantor atau home base di wilayah terdekat. Dengan begitu, calon jemaah lebih mudah melakukan pengecekan maupun koordinasi apabila terjadi persoalan.

0 Komentar