Tim Sukses Sudah Masuk Daftar Peserta Seleksi Pimpinan Baznas Kota Tasikmalaya

Tim sukses, ilustrasi AI
Ilustrasi AI/Gemini
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID–Seleksi pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tasikmalaya masih ada di fase pendaftaran dan belasan peserta sudah masuk. Kendati demikian, mereka belum melewati proses seleksi administrasi.

Berdasarkan data sementara, jumlah pendaftar seleksi pimpinan Baznas Kota Tasikmalaya ini sedikitnya sudah masuk 19 orang. Jumlahnya bisa masih bisa bertambah sampai tanggal penutupan pendaftaran yakni 10 November 2026.

Di antara mereka ada pimpinan lama, tokoh agama termasuk wajah-wajah baru dari luar daerah. Termasuk ada tokoh politik Tasikmalaya yang sebelumnya merupakan bagian dari tim sukses Viman-Diky di Pilkada dan juga ikut dalam kontestasi pileg.

Baca Juga:Cemburu Lihat Kekasih Bersama Perempuan Lain, Warga Purbaratu Lompat dari Jembatan Jalan Lingtar TasikmalayaRawan Dipaksakan! Seleksi Pimpinan Baznas Kota Tasikmalaya Berpotensi Seperti Dewas

Hal ini sejalan dengan dugaan dari berbagai pihak bahwa seleksi pimpinan Baznas Kota Tasikmalaya ini berpotensi untuk diisi tim sukses. Meskipun secara regulasi, hal itu tidak dilarang selama memenuhi syarat administrasi dan mumpuni secara keilmuan.

‎Ketua Tim Seleksi sekaligus Plt Asisten Daerah (Asda) Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Tasikmalaya, H Ade Hendar mengatakan proses rekrutmen harus berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan. Pansel ingin memastikan seluruh masyarakat yang memenuhi persyaratan memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti tahapan seleksi.

‎‎Terlebih, posisi pimpinan Baznas berkaitan langsung dengan pelayanan umat. Karena itu, sosok yang terpilih harus benar-benar memiliki kelayakan dan kemampuan untuk menjalankan amanah tersebut.

“Jangan sampai terkesan prosesnya tertutup. Ini untuk pelayanan umat, sehingga harus ada orang-orang yang benar-benar mampu melaksanakan tugas mulia ini,” tegas Ade Hendar kepada Radar, Rabu (4/11/2026).

Saat diminta nama-nama pendaftar, pihaknya untuk sementara belum bisa membukanya. Menurutnya hal itu akan lebih baik jika diekspos setelah proses seleksi administrasi selesai.

‎Disinggung kekhawatiran berbagai pihak soal polemik rekrutmen Dewan Pengawas RSUD dr Soekardjo yang bisa terulang di proses ini, Ade menegaskan pansel Baznas tidak memiliki kepentingan lain di luar upaya mendapatkan calon pimpinan yang berkualitas.

“Kami ingin menjaga kredibilitas proses ini, memberikan kesempatan yang sama dan rasa keadilan bagi semua. Tidak ada kepentingan lain kecuali merekrut pengurus Baznas yang mumpuni dan memenuhi kelayakan,” tandasnya.

0 Komentar