TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Potret kemiskinan di Kota Tasikmalaya kembali menyentil kepekaan aparat pemerintahan.
Di tengah berdirinya kompleks perumahan, seorang lansia justru harus bertahan hidup di sebuah gubuk berlapis plastik yang jauh dari kata layak huni.
hal itu dikatakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mendatangi rumah Nana Kustaman (74), warga Sindanghayu, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (31/10/2026).
Rumah Nana hanya berupa bangunan sederhana dengan kondisi memprihatinkan.
Sebagian dinding dan bagian bangunannya bahkan menggunakan plastik sebagai penutup.
Baca Juga:OJK Catat 330 Pengaduan Keuangan di Ciamis, Warga Diingatkan Waspadai Modus PenipuanIPSI Cup XI Kota Tasikmalaya Diserbu 1.314 Atlet, Pembinaan Pesilat Muda Diuji di Arena
Ironisnya, tempat tinggal tersebut berada tidak terlalu jauh dari kompleks Perumahan Grand Mayasari Estate.
Temuan itu membuat Dedi Mulyadi mempertanyakan kepekaan aparat pemerintahan di tingkat paling bawah.
Menurutnya, kondisi warga yang membutuhkan pertolongan semestinya bisa terdeteksi melalui pendataan dan pemantauan rutin oleh pengurus RT, RW hingga kelurahan.
“Ini yang saya maksud kenapa saya sering masuk ke gang, kenapa saya sering keliling. Karena di daerah kita masih banyak persoalan yang ternyata tidak bisa ditemukan oleh pemerintahan di tingkat bawah,” kata Dedi.
Ia mengaku kerap menemukan persoalan sosial ketika turun langsung ke lapangan.
Bahkan, informasi mengenai warga yang membutuhkan bantuan tidak jarang justru lebih dahulu diketahui melalui pemberitaan media.
“Semestinya tidak boleh ada warga yang diketahui mengalami masalah, rumahnya pakai plastik dan tinggal di areal kuburan, tetapi tidak diketahui oleh lurah,” tegasnya.
Baca Juga:Penjualan Online Tembus 60 Persen, JG Motor Targetkan Jadi Nomor Satu se-Jawa BaratRSUD dr. Soekardjo Hadirkan ICU Baru dengan 16 Tempat Tidur, Tebar Semangat "Setulus Hati Kami Melayani"
Dedi meminta kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh aparatur pemerintahan.
Ia berencana meminta para bupati dan wali kota menginstruksikan kepala kelurahan agar setiap hari turun langsung memantau kondisi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan aparat di tengah masyarakat tidak cukup sebatas menjalankan administrasi pemerintahan.
Mereka juga harus memastikan persoalan sosial di wilayahnya terdata dan mendapatkan penanganan.
“Kalau lurahnya juga rajin keliling, pasti akan menemukan persoalan seperti ini. Ini pembelajaran penting bagi siapa pun, terutama seluruh aparat,” tegasnya.
Di tengah sorotan terhadap pendataan warga miskin, Dedi memastikan rumah Nana segera mendapatkan penanganan.
Tim Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mendatangi lokasi dan menyiapkan pembangunan rumah yang lebih layak.
