Utang Pangandaran Turun Rp158,4 Miliar, PR Fiskal Belum Tuntas

utang Pemkab Pangandaran  menyusut
Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami saat turun dari becak listrik belum lama ini. Bupati mengakui utang Pemkab Pangandaran kini menyusut jadi Rp158,4 miliar. istimewa
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Utang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran diklaim menyusut Rp158,4 miliar.

Dari semula Rp376,4 miliar pada awal masa pemerintahan, kini utang daerah disebut tersisa Rp218 miliar.

Namun, di balik penurunan beban fiskal tersebut, pemerintah daerah masih dihadapkan pada sederet pekerjaan rumah, mulai dari keterbatasan anggaran hingga krisis air akibat kekeringan.

Baca Juga:STMIK DCI Jadi Pusat Inkubasi Robotika Jawa Barat, Kota Santri Bidik Ekosistem TeknologiTasikmalaya International Job Fair Diserbu 4.116 Pendaftar! Lowongan Tembus 7.222 Posisi, ini Jadwalnya

Penyehatan keuangan daerah menjadi salah satu fokus utama kepemimpinan Bupati Pangandaran Hj. Citra Pitriyami.

Pemerintah berupaya menekan beban utang sekaligus membenahi struktur ekonomi agar tidak terus bertumpu pada sektor pariwisata.

Pertanian dan perikanan didorong menjadi penopang ekonomi alternatif.

Diversifikasi ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pariwisata yang rentan terdampak berbagai guncangan eksternal.

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengakui, pekerjaan rumah pemerintah daerah masih cukup banyak.

Perbaikan fiskal harus berjalan beriringan dengan penguatan sektor ekonomi produktif dan penanganan persoalan kekeringan yang berdampak terhadap masyarakat.

“PR-nya masih banyak sebetulnya. Bagaimana fiskal kita perbaiki, bagaimana sektor pertanian, perikanan jadi tidak hanya pariwisata. Dan karena kendala kita sekarang kekeringan, bagaimana kita berpikir mengatasi itu,” ujarnya belum lama ini.

Di tengah keterbatasan anggaran, penurunan utang daerah menjadi salah satu capaian yang disorot pemerintah. Berdasarkan data yang dipaparkan, total utang yang semula mencapai Rp376,4 miliar kini berkurang menjadi Rp218 miliar.

Baca Juga:Denda PBB-P2 di Kota Tasikmalaya Dihapus Total, Tunggakan Lama Bisa Dipangkas 100 PersenGP Ansor Kritik Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya, Jangan Cuma Bangga Jadi Kota Santri

Artinya, terdapat penurunan sekitar 42 persen dari angka awal, dengan selisih Rp158,4 miliar.

Meski demikian, utang yang masih tersisa Rp218 miliar menunjukkan bahwa upaya penyehatan fiskal belum sepenuhnya selesai.

Di sisi lain, kebijakan efisiensi anggaran juga membawa konsekuensi terhadap pemenuhan sejumlah kebutuhan masyarakat.

Sejumlah program dan harapan warga belum dapat direalisasikan sesuai ekspektasi karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah.

Citra pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai kebutuhan yang belum bisa dipenuhi pemerintah.

“Sebagai Bupati, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Pangandaran, apabila masih ada harapan dan kebutuhan yang belum dapat kami penuhi,” terangnya.

Penurunan utang menjadi langkah penting bagi Pangandaran untuk memperbaiki ruang fiskal.

0 Komentar