Bencana Alam Mengintai Kota TasiKmalaya, Potensi Banjir dan Longsor di Cuaca Ekstrem

Bencana alam kota tasikmalaya
Kalak BPBD Kota Tasikmalaya Budi Martanova
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID–Menghadapi cuaca ekstrem musim hujan, bencana alam berpotensi terjadi di Kota Tasikmalaya. Berkaca dari pengalaman, banjir, longsor dan pohon tumbang berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Peringatan tersebut berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Selain Tasikmalaya, wilayah Kabupaten Garut dan Pangandaran juga diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan dinas teknis untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana akibat peningkatan curah hujan.

Baca Juga:Hibah Aset Pemkot-Pemkab Tasikmalaya Dinilai BermasalahBalita 1,5 Tahun di Tasikmalaya Terkunci di Dalam Mobil, Petugas Damkar Turun Tangan

“Koordinasi dengan dinas teknis terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, terutama potensi banjir dan genangan di sejumlah wilayah,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).

Menurut dia, langkah antisipasi dilakukan bersama instansi terkait, termasuk perangkat daerah yang menangani sumber daya air, pekerjaan umum, dan lingkungan hidup.

Koordinasi tersebut difokuskan pada kesiapan saluran drainase, penanganan sampah yang berpotensi menyumbat aliran air, serta pemantauan kawasan yang rawan terdampak hujan deras.

“Saluran air menjadi salah satu perhatian karena penyumbatan dapat menyebabkan genangan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi,” katanya.

Budi menyebutkan, pemantauan terhadap titik-titik rawan bencana juga terus dilakukan. Petugas dan sarana pendukung disiagakan untuk mengantisipasi apabila terjadi kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.

“Kesiapsiagaan terus dilakukan. Kami berkoordinasi dengan instansi terkait agar apabila terjadi bencana, penanganannya bisa segera dilakukan,” ungkapnya.

Selain potensi banjir, BPBD turut mengingatkan masyarakat terhadap ancaman tanah longsor, terutama di kawasan dengan kondisi tanah yang rentan saat diguyur hujan berkepanjangan.

Baca Juga:Reaktivasi Bandara Wiriadinata Tasikmalaya Jangan Dipaksakan Tanpa Kajian85 Aset Sudah Diserahkan ke Pemkot Tasikmalaya, Tapi 41 Dikembalikan ke Pemkab Lewat Hibah

Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan lereng rawan longsor diminta lebih berhati-hati. Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di lokasi berisiko ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Warga yang tinggal di daerah rawan harus lebih waspada. Jangan memaksakan aktivitas di sekitar sungai maupun lereng ketika kondisi cuaca sedang tidak bersahabat,” imbaunya.

Budi menambahkan, masyarakat perlu memperhatikan perubahan kondisi lingkungan, seperti meningkatnya debit air sungai, munculnya retakan tanah, atau tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar permukiman.

0 Komentar