TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID—Penerbangan di Bandara Wiriadinata Tasikmalaya sudah beberapa kali diaktivasi namun hasilnya tetap mati suri. Rencana baru reaktivasi kembali penerban jangan sampai dipaksakan tanpa didahului kajian yang lebih komprehensif.
Uji coba penerbangan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 31 Oktober 2026. Meskipun Pemkot Tasikmalaya belum memberikan bocoran maskapai yang akan beroperasi.
Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Wahid mengaku belum tahu detail mengenai upaya reaktivasi Bandara Wiriadinata. Pasalnya belum ada komunikasi secara resmi dari pemkot terkait rencana tersebut. “Sempat mendengar, tapi belum tahu jelas, belum ada komunikasi secara resmi dari pemkot,” ungkapnya kepada Radar.
Baca Juga:85 Aset Sudah Diserahkan ke Pemkot Tasikmalaya, Tapi 41 Dikembalikan ke Pemkab Lewat HibahPemuda Ditusuk Saat Nongkrong di Bawah Jembatan Jalan Lingkar Utara Tasikmalaya
Menurut H Wahid, urusan reaktivasi penerbangan ini bukan persoalan sederhana. Karena jika berkaca pada upaya sebelumnya, maskapai tidak mampu bertahan lama karena penjualan tiket yang minim. “Jangan sampai penerbangan perdana tapi tidak ada penerbangan selanjutnya,” ucapnya.
Maka dari itu perlu ada kajian lebih lanjut sebagai dasar pertimbangan upaya reaktivasi bandara dan penerbangan mulai dilakukan kembali. Sehingga ada gambaran kemungkinan bandara bisa beroperasi secara konsisten. “Apa ini sudah dikaji betul, karena saya pribadi belum mendengar ada kajian reaktivasi bandara,” tuturnya.
Dia pun menilai upaya reaktivasi ini tidak terdengar gaungnya baik dari pihak maskapai, bandara, termasuk dari pemkot. Layaknya promosi sekaligus bisa melihat animo masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi udara. “Kan harusnya gencar promosi, Ini ko seperti diam-diam saja, enggak paham,” terangnya.
Sebelumnya, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengonfirmasi soal rencana uji coba penerbangan. “Rencananya tanggal 31 Oktober (2026) akan ada uji coba,” ungkapnya, Jumat (16/10/2026).
Setelah uji coba, Pemkot akan mengevaluasi potensi pasar sekaligus memetakan kelayakan operasional, termasuk menentukan hari penerbangan yang memungkinkan untuk dijalankan secara rutin.
“Nanti kita petakan potensinya di hari apa saja, kelayakannya bagaimana, karena sudah lama juga (tidak ada penerbangan),” terangnya.
Pemkot Tasikmalaya, kata Viman, tidak bergerak sendiri. Sejumlah pejabat pemerintah pusat disebut turut membantu upaya menghidupkan kembali penerbangan di bandara tersebut.
