Kemarau Panjang Mengintai Pangandaran, Wagub Jabar Minta Mata Air Didata

Jangan Tunggu Krisis
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan. istimewa
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Ancaman kekurangan air bersih membayangi Kabupaten Pangandaran seiring potensi musim kemarau panjang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran pun diminta tidak sekadar menunggu bantuan, tetapi mulai memetakan seluruh sumber mata air sebagai langkah antisipasi.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan meminta Pemkab Pangandaran segera menginventarisasi mata air yang tersebar di wilayahnya.

Baca Juga:GP Ansor Kritik Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya, Jangan Cuma Bangga Jadi Kota SantriOhan Hafidz Gelombang II Diluncurkan, Kota Tasikmalaya Lanjutkan Pembinaan Generasi Qur’ani

Pendataan itu menjadi langkah awal untuk mengetahui potensi sumber air sekaligus menentukan upaya perlindungan agar ketersediaannya tetap terjaga.

Erwan menegaskan, penanganan persoalan air bersih tidak bisa hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah provinsi.

Dibutuhkan kolaborasi antara Pemprov Jabar dan Pemkab Pangandaran, mulai dari pemetaan persoalan hingga penyusunan solusi jangka panjang.

“Ya, kita bukan bantuan. Kita semua berkolaborasi bersama menyelesaikan permasalahan air ini. Mari kita kolaborasi apa yang bisa kami bantu dari provinsi,” ujar Erwan di Gedung DPRD Pangandaran, Minggu (25/10/2026).

Ia meminta pemerintah daerah mendata terlebih dahulu seluruh mata air yang ada.

Setelah itu, pemerintah bersama pihak terkait dapat merumuskan langkah perlindungan dan pemanfaatan sumber air secara berkelanjutan.

“Saya minta diinventarisasi dulu semua mata air yang ada di Kabupaten Pangandaran ini. Terus kita rumuskan bagaimana nanti kita menjaganya bersama-sama,” katanya.

Baca Juga:Baru Dilantik, Gekrafs Kota Tasikmalaya Buktikan Kinerja Lewat Pekraf dan Dipuji WamenekrafStok Darah RSUD dr. Soekardjo Terbantu, Ratusan Prajurit Macan Putih Turun Tangan

Menurut Erwan, data mengenai kondisi dan potensi sumber air diperlukan agar penanganan yang dilakukan tidak sebatas respons sesaat ketika krisis terjadi.

Pemetaan tersebut juga menjadi dasar untuk menentukan langkah teknis sesuai kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, Erwan menyebut kondisi kekeringan di Pangandaran berdasarkan laporan yang diterima Pemprov Jabar masih relatif terkendali.

“Oh, tidak begitu parah. Masih bisa terkendali dengan baik. Cuma ini kan diperkirakan kemarau cukup panjang. Dikhawatirkan kita akan kekurangan air bersih ini nanti,” ungkapnya.

Pernyataan itu menjadi peringatan agar pemerintah daerah tidak terlena oleh kondisi yang masih terkendali.

Sebab, ketika kemarau berlangsung lebih panjang, ketersediaan air bersih bisa menjadi persoalan serius jika antisipasi tidak disiapkan sejak dini.

Inventarisasi mata air menjadi langkah awal. Namun, pekerjaan berikutnya tak kalah penting, yakni memastikan sumber air tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan masyarakat saat kemarau benar-benar menguji ketersediaan air bersih di Pangandaran. (deni nurdiansah)

0 Komentar