TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kota Tasikmalaya membidik posisi 15 besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV 2026. Sebagai tambahan motivasi, atlet yang meraih medali emas dijanjikan bonus Rp 100 juta.
Optimisme capaian itu mengemuka saat Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan melepas kontingen Porprov Jabar XV di Alun-Alun Dadaha, Senin (26/10/2026).
Viman mengatakan, semangat dan kepercayaan diri para atlet menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi olahraga tingkat provinsi tersebut. Hasil babak kualifikasi juga menjadi gambaran awal potensi prestasi yang bisa diraih Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Reaktivasi Bandara Wiriadinata Tasikmalaya Jangan Dipaksakan Tanpa Kajian85 Aset Sudah Diserahkan ke Pemkot Tasikmalaya, Tapi 41 Dikembalikan ke Pemkab Lewat Hibah
“Alhamdulillah, hari ini kita melepas kontingen Kota Tasikmalaya untuk Porprov Jawa Barat ke-15. Kami optimistis melihat semangat atlet yang luar biasa dan wajah-wajah penuh optimisme,” ujarnya.
Menurut dia, raihan 24 medali emas pada babak kualifikasi menjadi landasan dalam menetapkan target. Dengan capaian tersebut, Kota Tasikmalaya berharap mampu memperbaiki posisi dibandingkan Porprov empat tahun sebelumnya yang berada di peringkat ke-23.
Viman menegaskan, target prestasi itu membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga (cabor), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), hingga dukungan pemerintah dan masyarakat.
Dia juga mengapresiasi kehadiran sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah terdahulu dalam pelepasan kontingen. Dukungan Dewan Penyantun serta komitmen kepengurusan KONI Kota Tasikmalaya dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong pembinaan atlet.
Selain dukungan pembinaan, pemerintah daerah juga menyiapkan apresiasi bagi atlet yang berhasil meraih medali. Pemkot Tasikmalaya merencanakan bonus Rp100 juta untuk peraih emas, Rp50 juta untuk perak, dan Rp25 juta untuk perunggu. Bonus tersebut direncanakan dianggarkan pada 2027.
Viman menilai, penghargaan bagi atlet bukan sekadar persoalan besaran anggaran, melainkan bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, prestasi olahraga dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan pembinaan generasi sekaligus mendorong kemajuan daerah.
Baca Juga:Pemuda Ditusuk Saat Nongkrong di Bawah Jembatan Jalan Lingkar Utara TasikmalayaMasih Dipantau, Influenza A Belum Terdeteksi di Kota Tasikmalaya
“Bagi kami, membangun prestasi dan membangun manusia merupakan hal utama. Ketika daerah memiliki prestasi yang baik, berarti kita juga membangun sumber daya manusia dan Kota Tasikmalaya,” tuturnya.
