Sementara itu, Ketua KONI Kota Tasikmalaya Anton Suherlan, menyebut pemetaan potensi medali telah dilakukan berdasarkan hasil babak kualifikasi. Meski hasil BK belum sepenuhnya mencerminkan persaingan pada Porprov, capaian tersebut menjadi tolok ukur awal untuk menyusun target yang realistis.
KONI, lanjutnya, berupaya mengoptimalkan anggaran dan sumber daya yang tersedia untuk mendukung kebutuhan masing-masing cabor. Hasil BK yang mencapai 24 medali emas juga dinilai menunjukkan adanya perkembangan dalam proses pembinaan atlet.
“Berdasarkan pemetaan tersebut, kontingen Kota Tasikmalaya menargetkan masuk 15 besar. Adapun target minimal berada di 20 besar diharapkan dapat tercapai melalui konsistensi pembinaan, kesiapan atlet, serta kontribusi setiap cabang olahraga,” paparnya.(Firgiawan)
