Di sisi lain, penguatan UMKM tidak bisa hanya dibebankan kepada pelaku usaha.
Pemerintah daerah juga memiliki ruang untuk membantu memperluas akses pasar, antara lain dengan mempertemukan produk lokal dengan pembeli institusi serta mengoptimalkan pengadaan produk lokal sesuai ketentuan yang berlaku.
Dukungan tersebut dapat membuka peluang pasar yang lebih stabil bagi UMKM.
Baca Juga:GP Ansor Kritik Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya, Jangan Cuma Bangga Jadi Kota SantriOhan Hafidz Gelombang II Diluncurkan, Kota Tasikmalaya Lanjutkan Pembinaan Generasi Qur’ani
Meski demikian, kesiapan produk, konsistensi pasokan, kualitas, dan kemampuan memenuhi kebutuhan pembeli tetap menjadi syarat penting.
Danial menilai pendampingan UMKM juga perlu diarahkan pada persoalan nyata yang dihadapi pelaku usaha.
Materi seperti penghitungan harga pokok produksi, pengelolaan stok, pengendalian mutu, pemasaran, hingga akses pembiayaan yang sehat perlu menjadi bagian dari penguatan kapasitas bisnis.
Penghitungan harga pokok, misalnya, membantu pelaku usaha menentukan harga jual secara lebih rasional.
Dengan mengetahui struktur biaya, mereka dapat menawarkan harga kompetitif tanpa mengorbankan margin keuntungan secara berlebihan.
Sementara itu, pengelolaan stok yang baik dapat membantu menekan risiko barang menumpuk atau kehabisan produk saat permintaan meningkat.
Penguatan akses pembiayaan juga perlu disertai perhitungan kemampuan usaha agar tambahan modal tidak berubah menjadi beban baru.
Baca Juga:Baru Dilantik, Gekrafs Kota Tasikmalaya Buktikan Kinerja Lewat Pekraf dan Dipuji WamenekrafStok Darah RSUD dr. Soekardjo Terbantu, Ratusan Prajurit Macan Putih Turun Tangan
Menurut Danial, keberhasilan program pengembangan UMKM tidak cukup diukur dari banyaknya pelatihan atau jumlah peserta yang hadir.
Hal yang lebih penting ialah perubahan nyata pada kinerja usaha setelah pendampingan dilakukan.
Dampaknya dapat dilihat melalui perkembangan omzet dan jumlah pelanggan.
Evaluasi tersebut diperlukan agar program pembinaan tidak sekadar menghasilkan kegiatan, tetapi juga membantu UMKM memperkuat daya saing dan mempertahankan pasar.
Di tengah konsumen yang semakin selektif, UMKM dituntut bukan hanya pandai menawarkan harga, melainkan juga mampu memberikan nilai yang sepadan.
Sebab, harga bisa menjadi pintu masuk bagi pembeli, tetapi mutu, pelayanan, dan kepercayaan menjadi alasan mereka kembali. (fitriah widayanti)
