Proyek KNMP Karangjaladri Pangandaran Rp10,6 Miliar Belum Tuntas, Upah Pekerja Menggantung

Fasilitas KNMP Mulai Beroperasi
Penampakan bangunan KNMP di Karangjaladri Kecamatan Parigi, Kamis (22/10/2026). istimewa
0 Komentar

Di balik mulai beroperasinya sejumlah fasilitas, persoalan pembayaran kepada pekerja menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Eris mengaku telah mendengar keluhan dari para kuli bangunan dan penyedia jasa pengeboran sumur yang disebut belum menerima pembayaran dari pihak kontraktor.

Pemdes Karangjaladri, kata dia, bahkan telah meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) membantu mendorong penyelesaian kewajiban tersebut.

Baca Juga:GP Ansor Kritik Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya, Jangan Cuma Bangga Jadi Kota SantriOhan Hafidz Gelombang II Diluncurkan, Kota Tasikmalaya Lanjutkan Pembinaan Generasi Qur’ani

“Dulu saya sempat meminta bantuan kepada PPK agar persoalan tersebut segera diselesaikan, termasuk kewajiban pembayaran kepada para pekerja karena itu merupakan hak mereka,” ungkapnya.

Ia berharap penyelesaian pembangunan tidak hanya berfokus pada hasil pekerjaan fisik, tetapi juga memastikan seluruh kewajiban finansial kepada pekerja dipenuhi.

“Jangan hanya pekerjaan fisiknya yang diselesaikan, tetapi kewajiban kepada para pekerja yang belum terbayarkan juga harus dituntaskan,” tegas Eris.

Meski demikian, ia mengaku belum mengantongi data terperinci mengenai nominal tunggakan maupun perkembangan terakhir pembayarannya.

Keluhan lebih konkret disampaikan Satimin alias Aming, pekerja yang menggarap pengeboran sumur di kawasan KNMP.

Ia mengaku jasa pengeboran senilai Rp2,4 juta belum dibayarkan. Selain itu, masih terdapat hak anggota timnya sekitar Rp4,8 juta yang juga belum diterima.

“Kalau untuk mereka yang satu tim dengan kami, kalau tidak salah sekitar Rp4,8 juta. Yang jelas, sampai sekarang belum ada kabar dan kejelasan yang pasti kapan dibayar,” keluh Aming.

Baca Juga:Baru Dilantik, Gekrafs Kota Tasikmalaya Buktikan Kinerja Lewat Pekraf dan Dipuji WamenekrafStok Darah RSUD dr. Soekardjo Terbantu, Ratusan Prajurit Macan Putih Turun Tangan

Ia menyayangkan belum adanya kepastian pembayaran, padahal air dari sumur bor yang dikerjakannya telah digunakan untuk mendukung aktivitas di kawasan KNMP.

Bagi Aming, persoalan tersebut bukan sekadar urusan tagihan pekerjaan. Uang yang belum dibayarkan itu juga menyangkut kebutuhan keluarga dan hak rekan-rekannya yang ikut bekerja dalam pengerjaan sumur.

“Bukan hanya untuk keluarga saya, tetapi juga untuk tim kami. Uang itu bukan hak saya semua, karena kami juga mempekerjakan orang lain,” tuturnya.

Aming mengaku telah menunggu hampir satu tahun sejak pengerjaan sumur dilakukan pada pertengahan masa pembangunan proyek.

Namun, hingga kini, ia menyebut belum memperoleh kepastian kapan pembayaran akan diselesaikan.

0 Komentar