TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID–Persoalan aset yang belum tuntas dinilai menjadi salah satu jawaban atas persoalan keuangan Pemkot Tasikmalaya yang sulit. Wali Kota Tasikmalaya harus mampu mengejar peluang agar memiliki pundi-pundi pemasukan baru.
Persoalan aset Pemkab Tasikmalaya yang berada di wilayah Kota Tasikmalaya ini kerap timbul tenggelam. Seakan penyelesaian masalah menahun ini tidak masuk dalam prioritas pemerintah.
Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tasikmalaya Arief Abdul Rohman mengatakan Pemkot Tasikmalaya sudah sering mengemukakan masalah fiskal. Disusul dengan argumen upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari objek-objek pajak dan retribusi. “Namun sejauh ini belum kelihatan ada peningkatan PAD,” ungkapnya kepada Radar (22/10/2026).
Baca Juga:Santri Mengerubuti Viman Alfarizi!Madinah Kecil di Kota Santri! Tahun 1888 Masjid Agung Kota Tasikmalaya Berdiri, Baru 2002 Kurma Menghiasi
Urusan aset yang belum terselesaikan ini menurutnya menjadi salah satu jawaban untuk Pemkot Tasikmalaya. Karena beberapa aset tergolong cukup strategis dan berpotensi menghasilkan pendapatan yang besar. “Eks Pemda dan Eks Terminal Cilembang kan itu sangat potensial jika bisa dikelola pemkot,” ungkapnya.
Apalagi jika mengingat Kota Tasikmalaya sering menghadapi kendala penyelenggaraan event besar seperti konser musik. Dalam hal ini, jika eks terminal Cilembang bisa diambil alih Pemkot manfaatnya akan besar. “EO tidak akan kesulitan cari tempat dan pemerintah bisa punya tambahan pendapatan,” katanya.
Soal eks Pemda yang wacananya akan dijadikan area parkir oleh Pemkab, hal itu memang akan memberikan kontribusi juga untuk Kota Tasikmalaya. Hanya saja hasilnya tidak akan begitu maksimal. “Secara pendapatan keuntungannya kan masuk ke Pemkab, Pemkot hanya dapat pajaknya saja,” ucapnya.
Dirinya pun sepakat dengan apa yang diungkapkan H Syarif Hidayat mengenai situasi politik yang mendukung. Di mana pimpinan daerah, DPRD, Gubernur hingga Presiden memiliki partai politik yang sama. “Situasi ini akan memudahkan komunikasi antara Pemkab, Pemkot, Pemprov dan pemerintah pusat,” tuturnya.
Maka dari itu, pihaknya mendorong Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan untuk bisa memanfaatkan peluang besar ini supaya bisa mendapatkan hak pengelolaan atas aset-aset tersebut. Jika ini berhasil, tentu akan menjadi pembuktian kepada masyarakat bahwa soal kemampuan sebagai kepala daerah. “Wali kota kan pintar lari, jadi peluang ini harus bisa dikejar sampai dapat,” tuturnya.
