PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Di tengah kebutuhan hidup yang terus menuntut, bantuan tunai menjadi penopang bagi warga yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebanyak 200 fakir miskin di Kabupaten Pangandaran menerima bantuan masing-masing Rp500 ribu dari program Infak dan Sedekah yang dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN).
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari program Pangandaran Berbagi dalam rangka Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran.
Baca Juga:Bukan Sekadar Viral, Pemuda Tasikmalaya Harus Jadi Agen PerubahanLaptop Kreator Makin Perkasa! ASUS ProArt P14 dan P16 dengan Nvidia RTX Spark Resmi Hadir
Dari program itu, dana infak dan sedekah ASN terkumpul lebih dari Rp105 juta.
Bantuan disalurkan secara bertahap dengan menyasar masyarakat kurang mampu di sejumlah wilayah, termasuk warga lanjut usia atau jompo dari setiap desa.
Pada hari pertama, penyaluran dilakukan di Kecamatan Mangunjaya, Padaherang, dan Kalipucang.
Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami mengatakan, penyaluran bantuan dilanjutkan ke wilayah lain, termasuk Kecamatan Pangandaran, Rabu (21/10/2026).
“Infak dari ASN yang terkumpul sekitar Rp105 juta lebih. Kemarin kita sudah mulai di tiga kecamatan, dilanjut hari ini,” ujarnya seusai penyerahan bantuan di Kecamatan Pangandaran.
Menurut Citra, setiap penerima memperoleh uang tunai Rp500 ribu.
Secara keseluruhan, program tersebut menyasar 200 penerima manfaat yang dinilai berhak mendapatkan bantuan.
Penyaluran dilakukan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta pihak kecamatan.
Baca Juga:Mahasiswa Filipina Bakal Magang di Kota Tasikmalaya, Peluang Ekspor UMKM TerbukaMahasiswa Bisnis Pariwisata UMB Siap Hadapi Pasar Global, Perkuat Narasi dan Literasi Digital
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Di luar bantuan untuk 200 warga tersebut, pemerintah daerah masih menyiapkan sekitar Rp5 juta untuk disalurkan kepada anak yatim dan masyarakat lain yang memenuhi kriteria penerima.
“Nanti sisanya akan diberikan kepada anak yatim dan masyarakat lain yang berhak menerima bantuan,” terang Citra.
Program ini menghadirkan bantuan langsung bagi warga yang membutuhkan di tengah peringatan hari jadi daerah.
Namun, bantuan tunai yang bersifat sesaat tetap perlu berjalan beriringan dengan upaya pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan.
Sebab, bagi warga miskin, Rp500 ribu tentu berarti. Tetapi, tantangan sesungguhnya bukan sekadar menyalurkan bantuan saat perayaan, melainkan memastikan jalan menuju kehidupan yang lebih layak terbuka sepanjang tahun. (deni nurdiansah)
