TASIKMALAYA, RADSIK – Pasar industri halal nasional kian terbuka bagi pelaku usaha daerah. Delapan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya mendapat fasilitasi untuk memperkenalkan produk dan menjajaki kemitraan bisnis dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta.
Dua di antaranya, Kalisha dan Bina Bordir, berhasil lolos kurasi Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) 2026.
Partisipasi ini menjadi peluang bagi UMKM Priangan Timur untuk naik kelas, memperluas jangkauan pemasaran, sekaligus menembus jejaring industri halal di tingkat nasional.
Baca Juga:Honda Stylo 160 Bidik Gaya Hidup Komunitas, Riding Kini Berpadu Musik dan FashionMusim Hujan Segera Tiba, Pupuk Kujang Siapkan 98 Ribu Ton Pupuk Subsidi di Jabar
Sebab, di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, kualitas produk saja belum cukup. Pelaku usaha juga perlu akses pasar, kemitraan, dan pembiayaan agar bisnisnya bisa berkembang.
Melalui ISEF, para pelaku UMKM berkesempatan mengenalkan produk kepada calon pembeli, membangun relasi bisnis, hingga memperoleh masukan untuk pengembangan usaha.
Ajang ini sekaligus menjadi ruang untuk menguji daya saing produk lokal di hadapan pasar yang lebih luas.
Dalam gelaran tersebut, Bina Bordir, Kalisha, dan Hande mengikuti kategori modest fashion atau busana muslim. Sementara itu, Abon Rajawali, Mustofa Ibu Emi, dan Dapur CK berpartisipasi dalam pameran makanan halal.
Adapun Sevatu mengikuti program Jawara Export Modest, sedangkan Hirakiya berpartisipasi dalam kegiatan business matching pemasaran untuk menjajaki peluang kerja sama komersial.
ISEF ke-13 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Kegiatan ini mempertemukan lebih dari 1.000 pelaku industri halal melalui lebih dari 100 agenda, mulai dari pameran, forum bisnis, hingga penjajakan kemitraan.
Besarnya peluang tersebut sejalan dengan perkembangan industri halal nasional. Indonesia menempati peringkat keempat dunia dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026 dan berada di posisi pertama pada sektor modest fashion.
Baca Juga:5.500 Lowongan Kerja Dibuka di Kota Tasikmalaya, Peluang Tembus 18 NegaraCAPD RSUD dr. Soekardjo, Cuci Darah Lebih Fleksibel agar Pasien Tetap Produktif
Sementara itu, rantai nilai halal domestik tumbuh 5,5 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.
Potensi pasar yang besar ini menjadi peluang bagi UMKM daerah untuk memperkuat posisi. Namun, peluang tersebut perlu diikuti kesiapan produksi, konsistensi mutu, dan kemampuan memenuhi kebutuhan mitra bisnis.
Dengan begitu, keikutsertaan dalam pameran tidak sekadar menjadi ajang memajang produk, tetapi juga pintu masuk menuju transaksi yang berkelanjutan.
