CAPD RSUD dr. Soekardjo, Cuci Darah Lebih Fleksibel agar Pasien Tetap Produktif

CAPD, Cuci Darah Lebih Fleksibel
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan bersama jajaran staf dan manajemen direksi RSUD dr. Soekardjo dan Kadinkes, Asep Asep Hendra Hendriana usai rapat kordinasi dan penanganan medis, belum lama ini. istimewa
0 Komentar

TASIK, RADARTASIK.ID – Menjalani terapi cuci darah secara rutin bukan berarti harus mengubur produktivitas. Pasien penyakit ginjal tetap memiliki peluang untuk bekerja, beraktivitas bersama keluarga, dan menjalani keseharian sesuai kemampuan.

Salah satu pilihannya adalah Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD), metode dialisis yang memungkinkan terapi dilakukan secara mandiri di rumah setelah pasien mendapatkan edukasi dan pelatihan medis.

Layanan CAPD yang dihadirkan RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya menjadi salah satu alternatif terapi pengganti fungsi ginjal bagi pasien yang memenuhi persyaratan medis.

Baca Juga:Bank Mandiri Hadirkan ATM Emas, Investasi Mulai Rp10 Ribu Bisa Jadi Logam MuliaMapay Lembur Jilid II: Tangis Emak Jompo dan Doa untuk Presiden Prabowo!

Kehadirannya memperluas pilihan pengobatan, sehingga pasien tidak hanya terpaku pada satu metode cuci darah.

CAPD bekerja dengan memanfaatkan selaput peritoneum atau selaput di dalam rongga perut sebagai penyaring alami.

Melalui proses tersebut, zat sisa metabolisme dan kelebihan cairan dikeluarkan dari tubuh menggunakan cairan dialisis yang dimasukkan ke rongga perut.

Berbeda dengan hemodialisis yang umumnya mengharuskan pasien datang ke fasilitas kesehatan sesuai jadwal terapi, CAPD dapat dilakukan di rumah setelah pasien dan pendamping memperoleh pelatihan yang memadai.

Fleksibilitas ini memungkinkan pasien mengatur pelaksanaan terapi agar lebih selaras dengan rutinitas sehari-hari.

Bagi pasien yang ingin tetap produktif, pilihan tersebut dapat memberikan ruang lebih luas untuk mengelola waktu.

Aktivitas pekerjaan maupun kebersamaan dengan keluarga tetap dapat dijalani sesuai kondisi kesehatan, tanpa mengabaikan kewajiban menjalani terapi.

Baca Juga:Kemiskinan Kota Tasikmalaya Turun ke 9,34 Persen, Viman: Berkat Kerja Kompak Bersama Seluruh PihakListriknya Terang, PAD-nya Remang-Remang

Namun, fleksibilitas bukan berarti terapi bisa dilakukan sembarangan. CAPD membutuhkan kedisiplinan, teknik yang benar, serta penerapan kebersihan secara ketat untuk menekan risiko infeksi.

Pasien juga perlu mengikuti petunjuk tenaga medis dan menjalani pemantauan kesehatan secara berkala.

Selain itu, CAPD bukan pilihan yang otomatis cocok bagi semua pasien penyakit ginjal.

Penentuan metode dialisis harus mempertimbangkan kondisi klinis, kelayakan medis, kesiapan pasien dan keluarga, serta hasil konsultasi dengan dokter spesialis yang menangani.

Melalui layanan CAPD, RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya berupaya memberikan pilihan terapi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Pendekatan ini menempatkan pengobatan bukan sekadar sebagai rutinitas medis, melainkan juga bagian dari upaya menjaga kualitas hidup.

0 Komentar