Musim Hujan Segera Tiba, Pupuk Kujang Siapkan 98 Ribu Ton Pupuk Subsidi di Jabar

Stok pupuk subsidi Jawa Barat Oktober 2026
Pekerja memeriksa tumpukan pupuk bersubsidi di gudang Lini III Pupuk Indonesia, Awipari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. istimewa
0 Komentar

KARAWANG, RADARTASIK.ID – Setelah berbulan-bulan menghadapi kemarau panjang, petani di Jawa Barat mulai mendapat angin segar.

Musim hujan diperkirakan segera tiba, membuka peluang bagi petani untuk kembali menggarap lahan dan memulai musim tanam Oktober–Maret (Okmar).

Menyambut momentum tersebut, PT Pupuk Kujang Cikampek memastikan produksi dan ketersediaan pupuk tetap terjaga.

Baca Juga:5.500 Lowongan Kerja Dibuka di Kota Tasikmalaya, Peluang Tembus 18 NegaraCAPD RSUD dr. Soekardjo, Cuci Darah Lebih Fleksibel agar Pasien Tetap Produktif

Langkah ini dilakukan agar petani tidak kembali dihadapkan pada persoalan klasik saat musim tanam tiba: lahan siap, hujan datang, tetapi pupuk sulit didapat.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat, wilayah ini telah memasuki fase peralihan musim pada dasarian kedua Oktober 2026.

Musim penghujan diperkirakan mulai berlangsung pada pekan ketiga Oktober, dengan pergerakan dari wilayah selatan menuju kawasan tengah hingga utara Jawa Barat.

VP Komunikasi Korporat Pupuk Kujang, R. Idho Pramana, mengatakan perusahaan terus menjaga operasional pabrik agar berjalan optimal meskipun kemarau panjang membuat sebagian petani terpaksa menunda masa tanam.

“Langkah ini diambil demi menjamin ketersediaan pupuk saat para petani mulai memasuki masa tanam, sekaligus mendukung penguatan cadangan pangan strategis nasional,” kata Idho, Senin (19/10/2026).

Menurut dia, perkiraan datangnya musim hujan menjadi momentum bagi petani untuk kembali mempersiapkan lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian. Karena itu, ketersediaan pupuk harus dipastikan sejalan dengan kebutuhan di lapangan.

“Jadi, para petani tak perlu khawatir, bisa segera menebus di kios resmi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Baca Juga:HUT ke-25 Kota Tasikmalaya! Kemiskinan Turun Jadi 9,34 Persen, Ekonomi Tumbuh 5,39 PersenBank Mandiri Hadirkan ATM Emas, Investasi Mulai Rp10 Ribu Bisa Jadi Logam Mulia

Untuk mendukung musim tanam Okmar, Pupuk Kujang menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi. Berdasarkan pendataan hingga 15 Oktober 2026, stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat tercatat mencapai 98.011,8 ton.

Rinciannya terdiri dari 69.212,7 ton pupuk Urea dan 28.799 ton pupuk NPK. Sementara itu, stok pupuk bersubsidi di wilayah Tasikmalaya mencapai 4.937,5 ton.

Ketersediaan tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan petani ketika aktivitas tanam kembali meningkat seiring datangnya musim penghujan.

Bagi petani, kesiapan pasokan menjadi faktor penting. Sebab, momentum tanam tidak selalu bisa menunggu ketika kebutuhan pupuk belum terpenuhi. Ketepatan distribusi pun menjadi sama pentingnya dengan jumlah stok yang tersedia.

0 Komentar