TASIK, RADARTASIK – Seperempat abad Kota Tasikmalaya bukan sekadar hitungan usia.
Di balik perayaan Hari Jadi ke-25, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan perkembangan positif.
Angka kemiskinan turun menjadi 9,34 persen, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,39 persen, dan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI berhasil dipertahankan untuk ke-10 kali berturut-turut.
Baca Juga:Bank Mandiri Hadirkan ATM Emas, Investasi Mulai Rp10 Ribu Bisa Jadi Logam MuliaMapay Lembur Jilid II: Tangis Emak Jompo dan Doa untuk Presiden Prabowo!
Capaian tersebut menjadi bagian dari refleksi pembangunan Kota Tasikmalaya yang diperingati melalui upacara di Lapangan Upacara Bale Kota Tasikmalaya, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Mengusung tema Langkah Santun, Jiwa Tangguh, momentum ini menjadi pengingat bahwa kemajuan kota bukan hanya soal penghargaan dan angka statistik, melainkan juga manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, S.T., M.BA, menyampaikan bahwa usia 25 tahun merupakan momentum untuk mensyukuri berbagai kemajuan sekaligus mengevaluasi pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para pendiri kota, kepala daerah terdahulu, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen yang telah berkontribusi dalam perjalanan pembangunan Kota Tasikmalaya.
Menurutnya, pembangunan harus terus bergerak dengan mengedepankan pelayanan yang tulus, kreativitas, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan.
Sebab, kota yang maju bukan hanya terlihat dari megahnya perayaan, tetapi juga dari semakin baiknya kualitas hidup masyarakat.
Sejumlah indikator memperlihatkan perkembangan pembangunan Kota Tasikmalaya.
Angka kemiskinan pada 2026 tercatat turun menjadi 9,34 persen, dibandingkan 10,84 persen pada 2025. Penurunan ini menjadi sinyal positif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:Kemiskinan Kota Tasikmalaya Turun ke 9,34 Persen, Viman: Berkat Kerja Kompak Bersama Seluruh PihakListriknya Terang, PAD-nya Remang-Remang
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 76,03 pada 2024 menjadi 76,59 poin pada 2025.
Capaian tersebut menempatkan Kota Tasikmalaya pada peringkat kesembilan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada 2025 mencapai 5,39 persen, naik dari 5,22 persen pada tahun sebelumnya.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turut menurun dari 6,49 persen pada 2024 menjadi 6,43 persen pada 2025.
Di bidang tata kelola keuangan, Pemkot Tasikmalaya kembali mempertahankan opini WTP dari BPK RI untuk ke-10 kali berturut-turut.
Capaian tersebut menjadi catatan positif dalam pengelolaan keuangan daerah, sekaligus pengingat bahwa tata kelola yang baik harus terus dijaga agar anggaran publik memberikan manfaat optimal.
