Redam Penjarahan dan Kerusuhan Prancis, Perdana Menteri Lecornu Serukan Pemberlakuan Jam Malam Terbatas

kerusuhan prancis
Aksi unjuk rasa di Prancis masih berlangsung pada Senin, 19 Oktober 2026 waktu setempat. (NDTV Profit/YouTube)
0 Komentar

PARIS, RADARTASIK.ID – Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu telah menginstruksikan para prefek, yaitu perwakilan pemerintah di tingkat regional, untuk memberlakukan jam malam secara terbatas dan hanya di wilayah tertentu guna mencegah berlanjutnya kerusuhan dan penjarahan. Kebijakan ini diambil menyusul aksi kekerasan pada akhir pekan yang menyasar balai kota, sejumlah gedung publik, serta ribuan tempat usaha di berbagai wilayah Prancis.

Berbicara setelah menggelar rapat darurat bersama sejumlah pejabat tinggi pemerintah, Lecornu menyatakan bahwa tidak adanya korban jiwa dalam kerusuhan Prancis pada Sabtu merupakan sebuah keajaiban, meskipun terjadi kekerasan serius dan kerusakan properti dalam skala besar.

“Pada hari Sabtu, meskipun terjadi aksi kekerasan serius dan kerusakan properti yang meluas, tidak ada seorang pun yang tewas. Itu merupakan sebuah keajaiban,” ungkapnya dikutip AP News, Senin, 19 Oktober 2026. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pembelaannya terhadap upaya aparat kepolisian yang menghadapi kelompok-kelompok massa yang bertindak anarkis.

Baca Juga:Menaker Ungkap 5 Bekal Wajib Generasi Muda Hadapi Era AI dan Dunia Kerja yang Makin KompetitifPromo Honda Oktober 2026 di Jawa Barat: Diskon Hingga Rp 1,1 Juta dan Motor Listrik Mulai Rp 17 Jutaan

Lecornu mengatakan bahwa perincian mengenai wilayah-wilayah yang akan dikenai jam malam akan diumumkan pada Senin malam waktu setempat.

Instruksi tersebut disampaikan setelah Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez mengajukan pengunduran diri pada Minggu. Namun, Presiden Emmanuel Macron menolak permintaan tersebut. Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin, kantor kepresidenan menjelaskan bahwa penolakan itu didasarkan pada kebutuhan untuk mempertahankan komando penegakan hukum di tengah situasi yang sedang berlangsung.

Macron juga menginstruksikan Nuñez untuk mengambil seluruh langkah yang diperlukan guna memastikan transparansi penuh terkait berbagai kelemahan dalam perencanaan dan pengumpulan informasi intelijen yang menyebabkan terjadinya kekerasan. Selain itu, Macron meminta agar taktik kepolisian baru di lapangan segera diterapkan untuk mengakhiri aksi-aksi kekerasan tersebut.

Pada Minggu malam, sejumlah kelompok membakar tempat sampah, sepeda, dan benda-benda lainnya di jalanan, serta menjarah berbagai tempat usaha di Paris, Lyon, Marseille, dan sejumlah kota lain. Peristiwa tersebut menyusul aksi kekerasan besar dalam demonstrasi nasional pada Sabtu yang memprotes kenaikan biaya hidup dan buruknya kondisi sekolah. Sedikitnya 2.400 orang ditangkap di berbagai wilayah Prancis.

0 Komentar